Larikan Arca Durga ke Museum Sri Aji Jayabaya Kabupaten Kediri

Diana Yunita Sari • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 17:37 WIB
Arca Durga yang kini berada di Museum Sri Aji Jayabaya (Diana Yunita Sari)
Arca Durga yang kini berada di Museum Sri Aji Jayabaya (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Arca Dewi Durga yang sempat dilaporkan hilang dari kawasan Perkebunan PTPN di wilayah Plosoklaten kini telah diamankan.

Benda yang diduga peninggalan masa Majapahit Akhir tersebut bersama sebuah pilar dievakuasi ke Museum Sri Aji Jayabaya.

Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri Eko Priatno Triwarso mengatakan, informasi mengenai arca yang hilang diterima pada Sabtu (19/9).

Pengecekan lanjutan kemudian dilakukan pada Senin (21/9). Setelah mendapat izin kemudian pada Selasa (22/9), arca tersebut akhirnya dapat dievakuasi. 

“Informasinya memang hilang dari tempatnya. Makanya ketika kami buatkan surat, ternyata sudah ketemu. Kalau riilnya hilang atau dipindahkan, kami belum tahu. Yang jelas benda itu sudah berpindah dari tempatnya,” jelasnya.

Baca Juga: Arca Durga Perkebunan Jengkol Kediri Sempat Hilang, Disparbud Kabupaten Kediri Turunkan Tim

Eko menjelaskan, arca Dewi Durga sebenarnya telah tercatat sebagai benda cagar budaya. Keberadaan benda cagar budaya di kawasan perkebunan maupun perusahaan memang menjadi salah satu tantangan dalam upaya pelestarian.

Sejumlah benda bersejarah banyak berada di lahan yang dikelola Perhutani, PTPN, PT KAI hingga perusahaan lainnya.

Disparbud, lanjut dia, tetap melakukan pendataan dan pemantauan terhadap benda-benda tersebut. Sebab, benda cagar budaya yang berada di kawasan milik perusahaan tidak bisa begitu saja dipindahkan tanpa mempertimbangkan aturan mengenai kepemilikan dan kawasan.

“Jadi kami sebatas mendata dan semuanya kita data secara lengkap. Untuk perawatan dan sebagainya, mereka melakukan secara mandiri. Pemerintah tetap terlibat, tetapi kepemilikannya kan PTPN atau Perhutani,” terangnya.

Baca Juga: Arca Durga Perkebunan Jengkol Kediri yang Sempat Hilang Berhasil Ditemukan Kurang dari 24 Jam

Eko menduga keberadaan sejumlah benda kuno di kawasan perkebunan berkaitan dengan pembukaan lahan pada masa kolonial. Saat membuka perkebunan, para pengelola kemungkinan menemukan benda-benda peninggalan masa lampau yang kemudian dipindahkan ke sekitar bangunan administrasi atau lokasi lainnya.

Karena telah mengalami perpindahan berulang kali, sejumlah benda tersebut kini kehilangan konteks aslinya. Hal serupa, menurut Eko, terjadi pada dua benda yang baru dievakuasi dari kawasan Plosoklaten.

“Arca Durga sama satunya pilar. Pilar itu salah satu komponen bangunan, tetapi bangunannya seperti apa belum bisa dideteksi karena sudah kehilangan konteks,” kata Eko.

Dari bentuk fisik dan ikonografinya, Eko menyebut arca Dewi Durga menunjukkan latar belakang Hindu. Material dan karakter arca tersebut juga memiliki kemiripan dengan peninggalan dari masa Majapahit Akhir.

“Biasanya ada di candi-candi masa Majapahit Akhir, sekitar abad ke-13 hingga ke-14. Di sini kecenderungannya mirip dengan Candi Tegowangi,” ungkapnya.

Baca Juga: Dimeriahkan Pentas Kesenian Jaranan, Jamasan Arca Totok Kerot Sedot Minat Ratusan Warga

Setelah dievakuasi, kedua benda tersebut akan menjalani proses konservasi sebelum dipajang di museum. Pembersihan awal telah dilakukan secara mekanis kering untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Selanjutnya, akan dilakukan pembersihan mekanis basah. Beberapa bagian yang tertutup semen dan cat juga perlu ditangani lebih lanjut oleh tim konservasi.

Eko memastikan riwayat benda tetap dicantumkan apabila nantinya dipajang di museum. “Tanpa menghilangkan riwayatnya, benda-benda ini akan kami pajang untuk edukasi masyarakat. Asalnya dari mana, ditemukan di mana, termasuk koordinatnya tetap kami berikan identitas,” tandas Eko. 

 

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
arca durga kabupaten kediri Museum Sri Aji Jayabaya cagar budaya ptpn