JP Radar Kediri – Pemkab Kediri masih mematangkan skema pengelolaan area food court di kawasan puncak Gunung Kelud.
Sejumlah opsi disiapkan sebelum fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, beberapa skema pengelolaan tengah digodok.
Salah satunya dengan melibatkan paguyuban pedagang yang selama ini sudah beraktivitas di kawasan Gunung Kelud.
“Kita sebenarnya ada beberapa skema. Salah satunya yang sedang kita godok itu,” kata Mustika.
Baca Juga: Empat Gempa Tektonik Jauh Terekam di Kelud, Status Gunung Masih Level I Normal, ini Penjelasannya
Menurut dia, opsi melalui paguyuban dinilai memungkinkan karena para pedagang sudah memiliki wadah dan sebagian juga telah mempunyai lapak di kawasan parkir.
Nantinya, mekanisme pengelolaan masih akan dibahas, termasuk kemungkinan sistem patungan maupun bagi hasil.
“Yang paling mudah sebenarnya skema yang jualan di lapak paguyuban. Biar nanti tidak rebutan terlebih lapak terbatas,” jelasnya terkait opsi untuk memanfaaatkan lapak yang hanya ada delapan.
Namun, pemkab tidak ingin langsung menetapkan satu skema tanpa melibatkan pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tersebut.
Sebab, penataan fasilitas baru harus mempertimbangkan keberadaan pedagang lama agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Itu nanti ya perlu komunikasi juga agar jangan sampai ada resistensi dengan pedagang yang lama di situ dan itu perlu penataan juga soalnya. Jangan sampai nanti akhirnya terkesan liar. Nah itu yang perlu kita hindari,” ungkapnya menyebut bahwa pihaknya juga akan mengkondisikan PKL yang tidak bertempat di kios yang sudah disiapkan.
Baca Juga: Suhu Danau Kawah Kelud Naik Jadi 29,24 Derajat, Satu Gempa Terekam, Statusnya Normal
Karena itu, Disparbud berencana mengumpulkan para pedagang untuk menyosialisasikan sekaligus membahas opsi pengelolaan yang telah disiapkan.
Pertemuan tersebut ditargetkan dilakukan paling cepat Oktober ini.
“Paling cepat Oktober,” terang Mustika.
Dia menegaskan, pembahasan tersebut diperlukan agar skema yang diterapkan nantinya bisa berjalan tertib.
Sehingga dapat memberikan ruang bagi pelaku UMKM yang sudah lebih dulu beraktivitas di kawasan wisata Gunung Kelud.
Sementara itu, pembangunan area food court yang menjadi fasilitas penunjang pariwisata tersebut saat ini telah rampung.
Disparbud tinggal menunggu proses serah terima pekerjaan sebelum fasilitas tersebut dimanfaatkan.
“Sudah selesai. Tinggal kita menunggu serah terima saja nanti,” pungkasnya sembari menyebut bahwa foodcourt bisa beroperasi akhir tahun nanti.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : Radar Kediri