Ngopi Bareng 50 Ojol, Polsek Pare Ajak Jadi Mata dan Telinga Polisi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:55 WIB

 

Suasana keakraban di Pojok Cafe Polsek Pare.
Suasana keakraban di Pojok Cafe Polsek Pare.

JP Radar Kediri — Sekitar 50 pengemudi ojek online (ojol) dari komunitas GRAP dan Maxim mengikuti kegiatan silaturahmi bersama Polsek Pare di Cafe Pojok Polsek Pare. 

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara polisi dengan para ojol terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Kediri AKBP Muh Wahyudin Latif melalui Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono mengatakan, keberadaan komunitas ojol memiliki peran penting dalam membantu menjaga situasi kamtibmas.

 Mobilitas mereka yang tinggi membuat para pengemudi kerap berada di berbagai wilayah.

Karena itu, polisi mengajak para ojol ikut berperan dengan memberikan informasi apabila menemukan kejadian maupun potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

"Kami berharap komunikasi antara Polsek Pare dengan komunitas ojol dapat terus terjalin dengan baik. Apabila rekan-rekan menemukan atau mengetahui adanya kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, kami mengharapkan agar segera menyampaikan informasi kepada pihak Kepolisian melalui jalur yang tersedia," ujar Wendi.

Baca Juga: Hari Tani Nasional, Polres Kediri Sinergi dengan Pemda untuk Perkuat Gerakan Pangan Berbasis Petani

Dalam pertemuan tersebut, Wendi juga mengingatkan agar informasi yang beredar maupun disampaikan kepada kepolisian terlebih dahulu diperhatikan kebenarannya.

 Hal itu untuk mencegah munculnya informasi yang tidak benar dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Selain persoalan kamtibmas, para pengemudi ojol diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Polisi mengingatkan pentingnya penggunaan helm, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara.

"Selain masalah Kamtibmas, kami juga mengajak rekan-rekan ojol untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan selalu menggunakan helm, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya," jelasnya.

Wendi juga membuka ruang bagi komunitas ojol untuk menyampaikan masukan, kritik, maupun persoalan yang ditemui di lapangan. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut dapat dikomunikasikan bersama untuk mencari solusi dengan tetap menjaga situasi kondusif.

"Polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga Kamtibmas. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan. Dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan saling memberikan informasi, insyaallah situasi Kamtibmas di wilayah Pare dapat terus terjaga dengan aman dan kondusif," tandas Wendi.

Dia berharap pertemuan tersebut tidak menjadi kegiatan sekali jalan. Komunikasi antara kepolisian dan komunitas ojol diharapkan dapat terus dilakukan secara intensif.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 ojol dari GRAP dan Maxim tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi.

Polisi berharap hubungan yang terbangun dapat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah Pare.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kapolres kediri polsek pare polres kediri