JP Radar Kediri — Penampilan eksentrik yang dipadu dengan gerakan sosial-spiritual kerap menarik perhatian publik.
Sosok Den GT atau yang dikenal publik sebagai Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, atau Gus Thuba merupakan salah satu figur yang konsisten mengusung penampilan perlente dengan pembawaan enigmatik atau misterius sejak memasuki usia 17 tahun.
Berdasarkan fakta di lapangan, hobi dan ciri khas penampilan Den GT ini tidak sekadar menjadi gaya personal. Melainkan melekat pada identitas tugas dan misinya.
Den GT kerap tampil dengan setelan busana rapi, formal, dan elegan, bak seorang Mafia Perlente.
Baca Juga: Gus Thuba Tegaskan Yakuza Maneges Tak Pernah Asal Menindak, Begini Pola Penanganan yang Dilakukan
Dipadukan dengan gaya bahasa terukur serta kehadiran di ruang publik yang tidak kurang akan nuansa spiritualitas.
Gaya khas tersebut turut mewarnai pendirian Yakuza Maneges.
Sebuah organisasi sosial dan spiritual yang dideklarasikan di Kediri, Jawa Timur.
Nama "Yakuza" dalam wadah ini difungsikan sebagai akronim filosofis penuh Ilusi. Yakni: Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi.
Tujuannya melanjutkan tugas Gus Miek sang kakek. Untuk merangkul kaum marjinal dan masyarakat yang ingin melakukan pembinaan diri tanpa stigma.
"Selama ini saya perhatikan Den GT selalu nyentrik elegan. Menggunakan baju gelap dan nyetrik rapi. Penampilan yang cenderung misterius. Dalam konteks gerakan sosial, pendekatan ini dapat memicu rasa penasaran publik sekaligus membedakan karakter kepemimpinannya dari figur lainnya," ujar Andre, seorang murid Den GT, serta anggota Yakuza Maneges.
Editor : MahfudSumber : Yakuza Maneges, Radar Kediri