Hasil Sidak Satgas Pangan: Stok SPHP Sempat Kosong, Penggilingan Keluhkan Harga Gabah Tinggi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:38 WIB
Tim Satgas Pangan saat melakukan pemeriksaan pada stok. (Foto Asad MS)
Tim Satgas Pangan saat melakukan pemeriksaan pada stok. (Foto Asad MS)

JP Radar Kediri – Dinamika pasokan beras terjadi di Kediri selama beberapa hari terakhir. Yang terbaru, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sempat menghilang di beberapa ritel modern selama sepekan. 

Hal itu terungkap dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Satgas Pangan Kabupaten Kediri kemarin (23/9). Sidak menyasar beberapa penggilingan padi, pasar, hingga toko ritel penyalur beras.

Soal kekosongan stok beras SPHP itu dibenarkan Kepala Toko Dinasti Swalayan Pare Sony Herlambang. Menurutnya, kondisi itu berlangsung sekitar satu minggu sebelum pasokan kembali datang.

"Karena infonya dari Bulog untuk perbantuan pangan dulu. Akhirnya stoknya kosong selama seminggu itu," ujarnya, ditemui usai disidak oleh SatgasPangan Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Satgas Pangan Kabupaten Kediri Sidak Beras ke Sejumlah Titik, Ini Temuannya!

Setelah mendapat pasokan kembali pada Selasa (22/9) lalu, pembelian jadi dibatasi. Yakni, maksimal dua pack atau kantong untuk setiap pembeli.

“Nanti ketika sudah landai dan ada arahan dari Bulog, kami lepas,” sambungnya.

Selain SPHP, menurutnya pasokan beras premium juga sempat terkendala. Pasokan dari penggilingan tidak selalu tersedia untuk semua ukuran kemasan.

"Kalau kemarin saya telepon ke penggilingan katanya yang ada masih 10 kilogram sama 25 kilogram. Baru ini saya dikirim yang 5 kilo," jelasnya.

Baca Juga: 25 Merek Beras Fortifikasi Terindikasi Melakukan Penipuan, Harga Rp13.000 Dijual Rp57.000 per Kilo

Soal pasokan beras dari penggilingan, Bambang Setiaji, salah satu pengusaha penggilingan padi di Pare, menyebut harga gabah saat ini masih tinggi.

Kondisi tersebut membuat penggilingan harus berhitung untung-rugi. Terlebih dengan ketentuan harga jual yang harus mempertimbangkan hargaeceran tertinggi (HET).

"Karena harga beli tinggi, sementara ada HET. Jadi margin sangat tipis,” ujar pemilik UD Putra Ramayana, Pare, itu.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat harga gabah tinggi adalah masa panen yang telah berakhir.

Di sisi lain, Bulog juga sudah menyerap stok gabah dalam jumlah besar. Karena itu, dia berharap stok beras yang dimiliki Bulog dapat digelontorkan ke pasar.

Bertambahnya pasokan di pasar menurutnya dapat membantu menekan harga.

Baca Juga: Bapanas: Beras Premium Langka karena Kendala Distribusi, Ini Sasaran Sidaknya!

"Harusnya dari pemerintah digelontor saja stoknya, kan banyak di Bulog. Kalau pasar banjir (pasokan, Red) hukum ekonomi itu pasti terjaga. Kalau barang banyak permintaan tetap pasti harganya turun," jelasnya.

Untuk diketahui, sidak itu berlangsung di Pasar Pamenang Pare, Swalayan Dinasti Pare dan penggilingan UD Putra Ramayana Pare.

Wakil Sekretaris Satgas Pangan Kabupaten Kediri Choirunnikmah mengatakan, sidak dilakukan untuk memantau ketersediaan dan harga beras.

"Ini kita sebenarnya dalam rangka pemantauan ketersediaan dan hargaberas yang ada di Kabupaten Kediri saat ini. Karena saat ini kan isu berassedang mencuat ya di tingkat nasional," tuturnya. 

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
beras premium SPHP sidak beras stok beras