JP Radar Kediri - Tak hanya fokus mendukung program nasional lewat swasembada pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri juga menggagas hilirisasi tanaman padi. Selebihnya, terobosan dinas non-penghasil ini di bidang pertanian juga mampu memberi sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 900 juta.
Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, dispertabun memanfaatkan aset-aset yang dimiliki untuk menanam beberapa produk pertanian. Di antaranya melon. Selebihnya, mereka juga melakukan penjualan usaha pangan dan perkebunan.
“Tahun ini PAD dari pertanian sudah lebih dari Rp 900 juta,” kata Sukadi.
Baca Juga: Nilai Tukar Petani Meroket! Kesejahteraan Petani Kabupaten Kediri Terkerek Naik
Selain penjualan produk-produk pertanian, menurutnya dispertabun juga menyewakan aset alat mesin pertanian (alsintan) yang mereka miliki. Dispertabun, tutur Sukadi, juga memaksimalkan aset mereka di Purwoasri. Sarana pengolahan padi yang sudah dilengkapi dengan dryer, huller, dan gudang itu menurutnya bisa jadi ladang PAD.
“Di Purwoasri itu Desember nanti ada dua unit mesin dryer kapasitas 60 ton sehari semalam. Ada huller yang bisa memproduksi dua ton beras. Gudangnya juga ada, jika dikelola dengan baik bisa mendulang PAD,” bebernya.
Dengan keberadaan alat yang lengkap, menurut Sukadi dispertabun siap melakukan hilirisasi tanaman padi. Mulai menyiapkan benih, pupuk organik, hingga pemanenan dan pengeringan menggunakan mekanisasi hingga menjadi beras.
“Sudah ada perda untuk retribusinya. Per kilo sekian rupiah sudah ada. Tahun depan PAD dispertabun bisa Rp 1,5 miliar,” jelasnya. (ut/*)
Kendalikan Inflasi, Bagikan Bibit Cabai kepada ASN
Satu lagi terobosan Dispertabun Kabupaten Kediri bagi daerah. Selain mengurusi kesejahteraan ratusan ribu petani, mereka juga berkontribusi dalam pengendalian inflasi. Yakni, dengan membagikan bibit cabai kepada sekitar 12 ribu ASN Pemkab Kediri.
Baca Juga: Lipsus Mengupas Persoalan Buruh Tani di Hari Tani Nasional (1) Carinya Sulit, Ongkosnya Mahal
“Cabai ini termasuk salah satu komoditas penyumbang inflasi. Harganya sangat fluktuatif. Makanya, kami dorong tiap ASN punya tanaman cabai di rumah agar inflasi bisa lebih terkendali,” kata Plt Kepala Dispertabun Sukadi.
Tak hanya dibagikan kepada ASN, ke depan Pemkab Kediri juga akan membagikan bibit cabai tersebut ke instansi dan masyarakat. “Ini (bibit cabai) sekaligus juga untuk ketahanan pangan keluarga,” tandasnya.
Sementara itu, dispertabun juga merespons mulai berkurangnya tanaman mangga di lereng Wilis. Dalam waktu dekat, menurut Sukadi pihaknya juga akan membagikan bibit mangga podang tersebut ke daerah di sekitar Bandara Dhoho.
“Mangga podang yang sudah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis ini akan terus kami kembangkan untuk memastikan luas tanaman tidak menyusut,” imbuh Sukadi. (ut/*)
Editor : Shinta Nurma Ababil