Nilai Tukar Petani Meroket! Kesejahteraan Petani Kabupaten Kediri Terkerek Naik

Sri Utami • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:57 WIB
Penyerahan Alsintan Pemkab 5 Agustus 2026 oleh Bupati Dhito (Foto: Wahyu Adji)
Penyerahan Alsintan Pemkab 5 Agustus 2026 oleh Bupati Dhito (Foto: Wahyu Adji)

Pemberian bantuan benih dan alat mesin pertanian yang masif sejak 2025 lalu, hingga akses pupuk bersubsidi yang makin mudah untuk para petani, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berbagai kemudahan yang didapat petani Bumi Panjalu di kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana itu, sukses meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya terlihat dari nilai tukar petani (NTP) yang meroket. 

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, capaian NTP tahun 2025 yang dirilis 2026 ini, rata-rata mencapai 118 persen. “Paling tinggi tetap tanaman pangan karena jadi program prioritas Pusat,” kata Sukadi.

Adapun NTP tahun 2026 yang akan dirilis 2027 nanti, menurut Sukadi akan naik lebih tinggi lagi. Dia memerinci, NTP sektor pangan mencapai 123 persen. Kemudian, perkebunan 122 persen, dan hortikultura 121 persen.

Lonjakan kenaikan NTP yang terjadi selama dua tahun terakhir itu, lanjut Sukadi, jadi bukti bahwa program-program bidang pertanian yang digelontor secara masif di dua tahun terakhir ini berdampak signifikan pada kesejahteraan petani.

Baca Juga: Pastikan Irigasi Lancar, Polsek Plosoklaten Dukung Produktivitas Petani

Meroketnya NTP di Kabupaten Kediri, tutur Sukadi, sekaligus jadi wujud keseriusan Pemkab Kediri untuk menggarap sektor pertanian. Linier dengan program Pemerintah Pusat dalam mewujudkan swasembada pangan. “Kabupaten Kediri ini istilahnya tegak lurus dengan Pusat. Kami mewujudkan swasembada pangan yang jadi program unggulan Bapak Presiden,” lanjutnya.

Sukadi menegaskan, kenaikan satu poin NTP saja sudah jadi indikator keberhasilan yang luar biasa. Sebab, penghitungan dilakukan dengan mengukur banyak indikator pertanian yang detail. “Dibanding (NTP) 2024 ke 2025 ini sudah lari sangat jauh. Dari 105 persen ke 118 persen,” bebernya.

Capaian itu, jelas Sukadi, juga sudah jauh di atas target NTP di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kediri tahun 2026 sebesar 106 persen. Adapun 2030 nanti NTP hanya dipatok 110 persen. “(Realisasi NTP) tahun ini, kita sudah lewat jauh (dibanding target RPJMD),” jelasnya.Di triwulan terakhir 2026 nanti, Sukadi memastikan Pemkab Kediri melalui dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun) akan terus memaksimalkan program-program pertaniannya. Baik itu tanaman pangan, terutama padi dan jagung, perkebunan, dan hortikultura yang perlu mendapat perhatian yang lebih besar lagi. “Sesuai visi-misi Mas Bup (Bupati Hanindhito Himawan Pramana), goals-nya adalah kesejahteraan petani Kabupaten Kediri,” tandasnya. (ut/*)

 

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana

Bangun 452 Sumur, Kemarau Ekstrem Tak Bingung Air Lagi

Penggelontoran berbagai jenis bantuan untuk petani di Kabupaten Kediri tidak hanya membuat kesejahteraan mereka meningkat. Melainkan, petani leluasa bercocok tanam di berbagai kondisi. Termasuk di musim kemarau ekstrem ini petani tidak lagi kebingungan memenuhi kebutuhan air tanamannya.

“Meski musim kemarau ekstrem tapi tidak ada petani yang menjerit karena tanaman bisa hidup. Ini tak lepas karena kebutuhan air mereka terpenuhi,” ungkap Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi.

Kebutuhan air petani di musim kemarau, lanjut Sukadi, salah satunya dipenuhi dari sumur submersible yang mereka bangun. Total ada 452 sumur yang siap membantu irigasi pertanian di Bumi Panjalu.

Ratusan sumur senilai lebih dari Rp 69 miliar itu sukses menangkal kekeringan. Karenanya, Sukadi pun optimistis bisa mengejar realisasi tanaman padi seluas 53.500 hektare. Kemudian, jagung bisa mencapai sekitar 56 ribu. Demikian pula target tanaman cabai yang sekitar 7 ribu hektare, dan tebu sekitar 22 ribu hektare.

“Kami bertekad mengejar target itu. Meski mulai April sampai akhir Oktober nanti harus menghadapi kemarau ekstrem, kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasinya,” terang Sukadi.

Selain membangun ratusan sumur untuk memudahkan pengairan tanaman petani, menurut Sukadi pemkab melalui dispertabun juga menggelontor bantuan benih senilai Rp 124,32 miliar! Di antaranya, bantuan benih jagung 235,3 ton atau sebesar Rp 23,5 miliar. Kemudian, benih padi 164 ton senilai Rp 2,2 miliar, dan benih tebu senilai Rp 98 miliar (selengkapnya lihat tabel).

Tak cukup memberi kemudahan petani dengan bantuan benih, dispertabun juga terus menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk para petani Kabupaten Kediri. “Selain alokasi awal tahun, kami terus mendapat tambahan pupuk lewat realokasi. Sampai September ini sudah realokasi ketiga,” beber Sukadi.

Penambahan pupuk oleh Pusat, lanjut Sukadi, tidak didapat oleh semua daerah. Penambahan menurutnya dilakukan sebagai bagian penilaian kinerja. Terutama dari sisi distribusi pupuk dan besaran penyerapannya. “Kalau penyerapannya bagus ditambahi, seperti Kabupaten Kediri ini. Kalau penyerapannya tidak maksimal malah dikurangi di realokasi,” paparnya.

Sukadi bersyukur, Kabupaten Kediri yang semula tidak mendapat pupuk jenis ZA mendapat 1.400 ton. Kemudian, ada pula tambahan NPK sebanya 1.545 ton, dan tambahan pupuk organik sebesar 5.142 ton. (selengkapnya lihat tabel).

Tak cukup hanya itu, Pemkab Kediri juga berkolaborasi dengan Pusat untuk menggelontor alat mesin pertanian (alsintan) dan infrastruktur pertanian lainnya. Hingga September ini, setidaknya ada 386 unit alsintan yang sudah dibagikan kepada petani. “Nilai bantuan alsintan itu sebesar Rp 55,05 miliar,” urainya.

Selebihnya, pemkab juga membangun infrastruktur pertanian mulai dari 10 saluran irigasi, lima titik dam parit, irigasi perpipaan, jalan usaha tani, dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT). “Semua yang dibutuhkan petani kami support penuh demi terwujudnya swasembada pangan nasional,” tandas Sukadi. (ut/*)

Editor : Shinta Nurma Ababil
hari petani petani kesejahteraan petani petani kediri