KOTA, JP Radar Kediri- Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Kediri menyusun langkah strategis imbas kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa SD, Kamis (17/9).
Kemarin (23/9), tim menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Langkah itu di antaranya menjadwalkan monitoring dan evaluasi (monev) gabungan hingga menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk kondisi darurat. Rapat koordinasi (rakor) itu melibatkan Pemerintah Kota Kediri, Kejaksaan Negeri Kediri, TNI, serta Polri.
“Hal yang paling disoroti (dari rakor satgas, Red) adalah peningkatan monitoring dan pengawasan SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi),” ujar Sekretaris Satgas MBG Kota Kediri Salim Darmawan.
Baca Juga: Satgas MBG Kota Kediri Beri Rekom Penutupan SPPG Kaliombo! Hasil Investigasi Keracunan Naik ke BGN
Selanjutnya, satgas juga akan memperkuat koordinasi dengan koordinator wilayah (koorwil) dan koordinator kecamatan (koorcam) MBG di Kota Kediri. Selain itu, monev juga akan semakin diintensifkan dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Kediri, TNI, serta Polri.
“Akan dijadwalkan monev gabungan yang melibatkan lintas instansi yang tergabung dalam satgas,” tandasnya.
Kemudian, rakor itu juga membahas tentang penyusunan SOP penanganan kondisi darurat. SOP itu akan menjadi dasar atau panduan bagi Satgas MBG Kota Kediri dalam bergerak saat ada kejadian darurat seperti keracunan makanan.
“Kami juga akan berkomunikasi kembali dengan SPPG untuk memenuhi kewajiban pasca-penerbitan SLHS (sertifikat laik higiene sanitasi), di antaranya pengecekan sampel makanan secara berkala,” ungkap pria yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri itu.
Baca Juga: Korban Keracunan di Kota Kediri Trauma Lihat Ompreng MBG! Satgas MBG Gandeng Kejaksaan dan TNI/Polri
Terkait SPPG Kaliombo yang menyalurkan paket MBG penyebab beberapa siswa SD di Kota Kediri keracunan beberapa waktu lalu, saat ini juga masih di-suspend.
Salim menyebut, tim monev dari dinas kesehatan juga akan diturunkan untuk melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) di sana.
Sementara itu, investigasi satgas MBG juga sudah selesai dilakukan. Kesimpulannya, peristiwa keracunan itu menyebabkan 15 siswa dirawat di RSUD Gambiran.
Sedangkan 28 anak lainnya juga menunjukkan gejala keracunan namun hanya rawat jalan dan sudah kembali masuk sekolah. Hingga kemarin, seluruh siswa yang dirawat di rumah sakit juga sudah dipulangkan.
Sejumlah sekolah penerima manfaat dari SPPG ini juga belum mendapat distribusi MBG lagi. Mereka juga dipastikan tidak akan dialihkan ke SPPG lainnya.
Baca Juga: Hasil Uji Laboratorium Ungkap Nasi dan Buah Melon MBG di Kota Kediri Tercemar E.coli!
“Tidak bisa dilayani oleh SPPG lain karena sesuai ketentuan BGN, tidak diperbolehkan memberikan layanan selain penerima manfaat yang sudah ditentukan,” ungkap Salim.
Terpisah, belum selesai masalah keracunan MBG, kemarin giliran siswa SMAN 8 Kota Kediri yang dibuat gempar dengan program nasional ini. Ada siswa yang mendapati serangga kecil di dalam menu MBG-nya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno mengatakan, pihaknya langsung turun mengecek langsung ke sekolah.
Hasilnya, serangga dalam makanan itu hanya ditemukan di satu ompreng MBG saja. Sedangkan lainnya tidak terdeteksi dan tetap dikonsumsi siswa seperti biasa.
“Ketika dibagi itu, ada satu ompreng yang ada seperti ulat kecil. Terus sebelumnya ada yang merekam, sehingga diketahui banyak orang,” ungkap Adi.
Selanjutnya, petugas dari dinas kesehatan juga turun ke sekolah untuk mendalami temuan tersebut. Meski sempat menggemparkan siswa, namun tidak ada laporan gangguan kesehatan yang dilaporkan dari sekolah tersebut.
Baca Juga: Nasib Pegawai SPPG di Bantul usai Sindir Korban Keracunan MBG di Karo yang Hilang Ingatan
“Akhirnya yang itu (ada serangga, Red) tidak dimakan. Tapi yang lainnya masih bisa dimakan,” tandasnya.
Pihaknya juga langsung mengumpulkan kepala sekolah dan guru di sana. Salah satunya untuk memberikan arahan agar sekolah terus berkoordinasi dengan SPPG penyalur. Baik terkait keamanan makanan yang didistribusikan maupun ketentuan waktu salurnya.
“Dari pihak sekolah dan dinkes juga selanjutnya berembug dengan SPPG terkait temuan tadi,” ungkap Adi.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus keracunan makanan terjadi di SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri, Kamis pagi (17/9). Awalnya, sembilan anak mengeluh sakit perut disertai mual, muntah, dan pusing.
Delapan di antaranya dilarikan ke Puskesmas Kota Wilayah Utara, sebelum beberapa dirujuk ke RSUD Gambiran. Seiring waktu, jumlah korban semakin bertambah hingga tercacat mencapai 42 anak.
Mereka berasal dari SDN Kampungdalem 3, SDN Kampungdalem 4, SDN Kaliombo, SDN Ngronggo 1, serta SDN Ngronggo 5.
Setelah dicek oleh guru dan petugas kesehatan, beberapa paket MBG disebut sudah berbau menyengat. Untuk memastikan penyebabnya, Satgas MBG Kota Kediri mengujikan sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kediri.
Selain itu, SPPG Kaliombo juga diberhentikan sementara operasionalnya atau di-suspend oleh Satgas MBG Kota Kediri.
Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri