Influenza A di Kota Kediri Nihil tapi ISPA Tembus 700 Kasus! Ini Kata Dinkes Kota Kediri

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB
Ilustrasi pengendara motor di Kota Kediri mengenakan masker saat berkendara di jalan imbas cuaca panas dan kering. (Foto: Wahyu Adji)
Ilustrasi pengendara motor di Kota Kediri mengenakan masker saat berkendara di jalan imbas cuaca panas dan kering. (Foto: Wahyu Adji)

KOTA, JP Radar Kediri - Kekhawatiran warga kota terkait ancaman penyakit Influenza A diredam dinas kesehatan (dinkes). Hingga kemarin (22/9) belum ditemukan kasus untuk flu jenis itu di Kota Kediri. Meskipun, warga tetap diminta waspada.

Apalagi, faktanya, kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) juga merebak. Mencapai 700 kasus di awal September.

Padahal, gejala Influenza A sama seperti flu biasa atau ISPA.

“Belum ada laporan spesifik terkait Influenza A,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Erwanto.

Menurutnya, dengan gejala yang hampir serupa, kasusnya dibedakan menjadi Influenza-Like Illness (ILI), pneumonia, dan ISPA.

Di awal September ini total temuan kasus untuk tiga kategori penyakit itu mencapai 872 orang. Paling banyak adalah ISPA dengan total 779 orang selama minggu ke-36 2026. 

Baca Juga: Belum Setahun, ISPA Tembus 62.613 Kasus! Dinkes Kabupaten Kediri Minta Hal Ini

Angka itu menunjukkan peningkatan dibanding minggu sebelumnya. Pada minggu ke-35, kasus ISPA hanya 555 orang. Ditarik beberapa minggu ke belakang, jumlah kasusnya fluktuatif pada rentang 450 hingga 779 kasus.

“Kalau dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan tahun sebelumnya di bulan yang sama, kasusnya masih dalam koridor yang normal dan bisa ditolerir,” ujar Erwanto.

Ketiga penyakit itu menunjukkan gejala serupa dengan ISPA dan flu lain. Seperti batuk, pilek, hingga demam.

“Kalau influenza A yang perlu dikenali gejalanya itu demam tinggi, kemudian batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, mual dan muntah, badan lemas, dan kelelahan. Jadi mungkin di antara keluhan itu yang timbul di masyarakat,” ujarnya.

Di kondisi kemarau panjang dengan angin kencang seperti saat ini, Erwanto menilai resiko penularan virus menjadi lebih tinggi. Belum lagi debu dan udara kering yang dapat memicu gangguan pernapasan.

Baca Juga: Enam Bulan, 51 Ribu Warga Terserang ISPA: Begini Penjelasan Dinkes Kabupaten Kediri

Dalam situasi ini, kelompok rentan menurutnya paling berisiko terjangkit penyakit saluran pernapasan atas.

Misalnya balita, anak-anak, serta lansia dengan komorbid atau penyakit penyerta. 

“Itu yang perlu lebih diwaspadai,” tandas Erwanto.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Di antaranya dengan rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat, banyak mengonsumsi air putih, serta mengenakan masker saat sakit atau berada di luar ruangan. 

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
influenza a penyakit saluran pernapasan kemarau dinkes kota kediri ispa