Satgas MBG Kota Kediri Beri Rekom Penutupan SPPG Kaliombo! Hasil Investigasi Keracunan Naik ke BGN

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB
Pengendara motor melintas di depan SPPG Kaliombo yang tutup karena di-suspend usai sebabkan keracunan puluhan siswa SD di Kota Kediri. (Foto: Wahyu Adji)
Pengendara motor melintas di depan SPPG Kaliombo yang tutup karena di-suspend usai sebabkan keracunan puluhan siswa SD di Kota Kediri. (Foto: Wahyu Adji)

KOTA, JP Radar Kediri-Satgas MBG Kota Kediri mengambil langkah tegas menyusul hasil investigasi terhadap kasus keracunan yang melanda sejumlah SD, Kamis lalu (17/9).

Salah satunya mengirim rekomendasi ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar menutup SPPG Kaliombo.

Untuk diketahui, hasil uji laboratorium terhadap sampel makan bergizi gratis (MBG) mengungkap temuan bakteri Escherichia Coli (E.coli). Kontaminasi kuman itu ditemukan pada nasi dan buah melon.

Rinciannya, di nasi putih ditemukan bakteri E.coli 1 CFU/g, serta di buah melon potong 7 CFU/g. 

Merespons hasil tersebut, Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Kediri melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus keracunan tersebut. “Hasil investigasi ini nantinya akan kami sampaikan kepada BGN (Badan Gizi Nasional, Red),” ujar Vinanda.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh ke semua SPPG di Kota Kediri. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga: Korban Keracunan di Kota Kediri Trauma Lihat Ompreng MBG! Satgas MBG Gandeng Kejaksaan dan TNI/Polri

“Kami tidak tinggal diam. Kami tidak akan hanya fokus pada SPPG yang kemarin, tapi juga terhadap seluruh SPPG yang ada di Kota Kediri. Kami lakukan upaya pencegahan, jangan sampai kejadian yang kemarin terulang kembali di Kota Kediri,” tegasnya.

Selain itu, Vinanda memastikan satgas akan memperkuat kolaborasi dengan BGN. Khususnya dalam memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang menyepelekan standar operasional prosedur (SOP) hingga menimbulkan kejadian keracunan.

“Karena BGN sendiri sudah menentukan SOP. Standarnya seperti ini. Kalau misalnya ada satu SPPG yang tidak memenuhi SOP sebagaimana yang diatur oleh BGN, ya tentunya harus segera ditindak tegas,” lanjut Vinanda, ditemui di Balai Kota Kediri, Selasa (22/9).

SPPG yang melanggar, ungkap Vinanda, juga bisa ditutup operasionalnya. Karena kewenangan penutupan ada di BGN, Vinanda menyebut satgas sudah mengirimkan rekomendasi kepada BGN untuk menjatuhkan tindakan tegas. Yakni penutupan dapur.

“Karena yang memiliki kewenangan menutup atau memberi sanksi ini adalah BGN, kami hanya merekomendasikan. Minta tolong untuk ditutup,” tandasnya.

Baca Juga: Hasil Uji Laboratorium Ungkap Nasi dan Buah Melon MBG di Kota Kediri Tercemar E.coli! 

Seperti diberitakan, kasus keracunan makanan terjadi di SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri, Kamis pagi (17/9). Awalnya, sembilan anak mengeluh sakit perut disertai mual, muntah, dan pusing.

Delapan di antaranya dilarikan ke Puskesmas Kota Wilayah Utara, sebelum beberapa dirujuk ke RSUD Gambiran. Seiring waktu, jumlah korban semakin bertambah hingga tercacat mencapai 42 anak. Mereka berasal dari SDN Kampungdalem 3, SDN Kampungdalem 4, SDN Kaliombo, SDN Ngronggo 1, serta SDN Ngronggo 5.

Setelah dicek oleh guru dan petugas kesehatan, beberapa paket MBG disebut sudah berbau menyengat. Untuk memastikan penyebabnya, Satgas MBG Kota Kediri mengujikan sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kediri.

Selain itu, SPPG Kaliombo juga diberhentikan sementara operasionalnya atau di-suspend oleh Satgas MBG Kota Kediri. 

Terpisah, Polres Kediri Kota juga menangani kasus keracunan yang menimpa 42 anak dari sejumlah SD di Kota Kediri. Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah hasil uji laboratorium keluar Senin (21/9) lalu. 

Baca Juga: Korban Keracunan di Kota Kediri Bertambah Jadi 39 Siswa! Satgas Dapati Menu MBG Diolah Lebih Awal

“Kami akan kordinasikan (hasil laboratorium) untuk digunakan sebagai bahan penyelidikan,” ujar perwira yang akrab disapa Wisnu itu.

Penyelidikan kasus, lanjut Wisnu, memang baru bisa dilakukan setelah hasil laboratorium keluar. Polisi akan mendalami peran masing-

masing orang yang terlibat dalam siklus program MBG.Apakah Polres Kediri Kota akan memanggil SPPG Kaliombo? bapak tiga anak itu mengaku masih akan melihat perkembangan.

“Nanti kami dalami terlebih dulu ya,” ungkapnya. 

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
satgas mbg kota kediri Mbg SPPG Makan Bergizi Gratis badan gizi nasional