KEDIRI, JP Radar Kediri – Arca Durga yang sebelumnya dilaporkan hilang dari lokasi awalnya di kawasan Perkebunan Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, akhirnya ditemukan, Minggu (20/9).
Arca tersebut ditemukan kurang dari 24 jam setelah dilaporkan hilang. Kini diamankan di Polsek Plosoklaten.
Arca ditemukan petugas keamanan Perkebunan Jengkol di sebelah utara lokasi awal keberadaannya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3) Imam Mubarok.
Sebelumnya, pada Sabtu (19/9) pukul 16.46 WIB, Arca Durga sudah tidak berada di tempatnya
Baca Juga: Temuan Arca-Arca di Kediri Berpotensi Jadi Wisata Edukasi, Begini yang Dilakukan Pemerintah
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti DK3 dengan berkoordinasi dengan petugas keamanan perkebunan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri serta kepolisian.
Hingga akhirnya, pada Minggu siang, petugas keamanan menemukan arca tersebut tak jauh dari lokasi awal.
“Saya mendapat laporan dari Saudara Titus yang mengabarkan jika Arca Durga sudah ditemukan di sebelah utara lokasi hilangnya patung. Alhamdulillah, kurang dari 24 jam ditemukan. Kemudian saya laporkan kepada Bupati Kediri, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, serta Kapolsek Plosoklaten,” ujar Mubarok.
Setelah ditemukan, arca tidak langsung dikembalikan ke lokasi semula.
Hasil koordinasi sejumlah pihak, benda bersejarah tersebut kemudian diamankan di Polsek Plosoklaten untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Pemulihan Situs Mbah Gleyor: Status ODCB, Pembersihan Tak Bisa Sembarangan
“Alhamdulillah, setelah koordinasi yang kita lakukan, Arca Durga sudah diamankan di Polsek Plosoklaten. Saya atas nama Ketua DK3 mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” jelasnya.
Sebelumnya, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif juga telah merespons laporan hilangnya arca tersebut dan meminta agar kejadian dilaporkan melalui Polsek maupun Polres Kediri.
"Saat ini diamankan di Polsek Plosoklaten," jelas Kapolsek Plosoklaten AKP Didik Suryono
Editor : Ayu IsmawatiSumber : Radar Kediri