Hasil Uji Laboratorium Ungkap Nasi dan Buah Melon MBG di Kota Kediri Tercemar E.coli!

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:46 WIB
Menu MBG dari SPPG Kaliombo yang picu keracunan beberapa siswa di Kota Kediri, Kamis (17/9) lalu. (Foto: Wahyu Adji)
Menu MBG dari SPPG Kaliombo yang picu keracunan beberapa siswa di Kota Kediri, Kamis (17/9) lalu. (Foto: Wahyu Adji)

KOTA, JP Radar Kediri-Teka-teki penyebab keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SD pada Kamis (17/9) lalu akhirnya terjawab.

Berdasar uji laboratorium terhadap sampel menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo, ditemukan kontaminasi bakteri E.coli pada nasi dan buah melon.

Merespons hal itu, Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Kediri menginstruksikan seluruh SPPG untuk perketat standar, operasional, prosedur (SOP) operasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Hamida mengatakan, cemaran bakteri Escherichia Coli (E.coli) pada nasi dan buah melon itu didapat dari hasil uji laboratorium sampel MBG dari SPPG Kaliombo pada Kamis (17/9) lalu.

Baca Juga: Korban Keracunan di Kota Kediri Trauma Lihat Ompreng MBG! Satgas MBG Gandeng Kejaksaan dan TNI/Polri

Rinciannya, di nasi putih ditemukan bakteri E.coli 1 CFU/g, serta di buah melon potong 7 CFU/g.

“Jadi makanan MBG ini sudah terkontaminasi kuman, sehingga tidak layak dikonsumsi,” ujar dr. Hamida. 

Untuk diketahui, makanan MBG yang diujikan itu meliputi nasi putih, ayam katsu, sayur kari, edamame, serta buah melon potong.

Hamida menambahkan, idealnya makanan yang dikonsumsi tidak boleh mengandung kuman, termasuk bakteri. Jika dipaksakan dikonsumsi, menurut Hamida dampaknya bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing. 

“Seberapa fatalnya itu tergantung daya tahan tubuh masing-masing. Kan kita semua punya kekebalan tubuh alami. Nah, itu tergantung ketahanannya. Makanya tidak semua anak sakit,” terangnya.

Baca Juga: Korban Keracunan di Kota Kediri Bertambah Jadi 39 Siswa! Satgas Dapati Menu MBG Diolah Lebih Awal

Termasuk munculnya reaksi tubuh yang beragam. Beberapa anak menunjukkan gejala dalam kurun 1 x 24 jam. Beberapa lainnya baru bergejala dan dibawa ke fasilitas kesehatan di keesokan harinya. 

“Ada juga yang ringan, sedang, dan berat (gejalanya). Yang diopname di rumah sakit tentunya yang sedang sampai berat,” tandas Hamida.

Sebelumnya, SPPG Kaliombo yang menyalurkan MBG tersebut juga sudah di-suspend oleh Satgas MBG Kota Kediri.

Namun dengan temuan itu, satgas menginstruksikan seluruh SPPG untuk memperketat SOP. Serta menjaga sanitasi dan higienitas dalam mengolah makanan. 

“Walaupun semua SPPG di Kota Kediri sebanyak 54 SPPG sudah dapat SLHS (sertifikat laik higiene sanitasi) dari dinas kesehatan, cuma kalau ada kejadian seperti ini, kami minta untuk melakukan evaluasi setiap harinya,” pesannya.

Baca Juga: Sakit Perut setelah Makan Ayam Katsu MBG, Sembilan Siswa SDN Kampungdalem 3 Alami Keracunan!

Artinya, setiap tahapan pengolahan makanan harus memperhatikan SOP. Mulai dari persiapan bahan mentah, pencucian, proses memasak, pengemasan, hingga pengiriman.

Jangan sampai penerapan SOP hanya dilakukan demi kepentingan administrasi SLHS saja. 

“Semua proses itu harus dilalui sesuai SOP. Semua tergantung praktik setiap harinya bagaimana. Itu harus dipatuhi. Bukan hanya (mengandalkan, Red) selembar sertifikat,” tandasnya.

Sementara itu, empat hari pascakeracunan makanan, kondisi anak-anak korban keracunan mayoritas sudah membaik. Dari total 15 korban yang dirawat di RSUD Gambiran, kemarin tinggal dua anak saja yang masih menjalani perawatan.

Sisanya sudah dipulangkan kembali. “Kemungkinan hari ini (21/9) sudah diperbolehkan pulang,” kata Humas RSUD Gambiran Nitra Sari.

Baca Juga: Korban Dirawat Karena Keracunan di Kota Kediri Bertambah Jadi 10 Anak, SPPG Kaliombo Disuspend!

Seperti diberitakan, kasus keracunan makanan terjadi di SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri, Kamis pagi (17/9). Awalnya, sembilan anak mengeluh sakit perut disertai mual, muntah, dan pusing.

Delapan di antaranya dilarikan ke Puskesmas Kota Wilayah Utara, sebelum beberapa dirujuk ke RSUD Gambiran.

Seiring waktu, jumlah korban semakin bertambah hingga tercacat mencapai 42 anak. Mereka berasal dari SDN Kampungdalem 3, SDN Kampungdalem 4, SDN Kaliombo, SDN Ngronggo 1, serta SDN Ngronggo 5.

Setelah dicek oleh guru dan petugas kesehatan, beberapa paket MBG disebut sudah berbau menyengat. Untuk memastikan penyebabnya, Satgas MBG Kota Kediri mengujikan sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kediri.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 9 Siswa SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri Dilarikan ke RS Gambiran

Selain itu, SPPG Kaliombo juga diberhentikan sementara operasionalnya atau di-suspend oleh Satgas MBG Kota Kediri. (ais/ut)

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
satgas mbg kota kediri Mbg e.coli SPPG Makan Bergizi Gratis