Peringatan Dini Dua Hari Ke Depan: Waspada Angin Kencang di Mataraman & Gelombang Tinggi di Selatan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 21:54 WIB
Ilustrasi angin kencang. (Ilustrasi AI)
Ilustrasi angin kencang. (Ilustrasi AI)

 JP Radar Kediri - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri mengeluarkan prakiraan cuaca dan peringatan dini untuk wilayah Kediri Raya serta sekitarnya berlaku hingga dua hari ke depan (21–22 September 2026).

Meskipun potensi hujan lebat dan petir diprakirakan nihil, masyarakat diminta mewaspadai ancaman angin kencang serta peningkatan gelombang laut di pesisir selatan.

Berdasarkan data peringatan dini 3 harian BMKG, potensi angin kencang diprakirakan terjadi secara merata di tujuh daerah wilayah Mataraman, yakni Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.

Peringatan ini berlaku konsisten untuk periode Senin (21/9) dan Selasa (22/9)

Selain angin kencang di daratan, BMKG Maritim Tanjung Perak juga memberikan peringatan bagi sektor pelayaran dan nelayan di Pesisir Mataraman .

Di Perairan Trenggalek dan Perairan Pacitan, tinggi gelombang diperkirakan mengalami peningkatan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter dengan kecepatan angin laut berkisar antara 7 hingga 24 knot.

Baca Juga: Cuaca Cerah, Suhu 23 Derajat, 46 Hotspot Terdeteksi di Puncak Wilis

Di sisi lain, BMKG juga menyoroti tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan peta tingkat kemudahan terbakar di permukaan tanah, hampir seluruh wilayah Jawa Timur berada pada status Sangat Kering dan Sangat Mudah Terbakar.

Hasil pemantauan citra satelit memperlihatkan munculnya puluhan titik panas (hotspot) di wilayah sekitar, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Nganjuk (16 titik) dan Kabupaten Ponorogo (10 titik

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon tumbang atau baliho roboh akibat angin kencang, serta menahan diri dari aktivitas pembakaran sampah atau lahan sembarangan guna mencegah terjadinya kebakaran.

Pengguna jasa kelautan dan nelayan tradisional juga diminta untuk menunda aktivitas melaut saat gelombang tinggi berlangsung.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri, BMKG
ombak tinggi cuaca angin kencang kebakaran