Korban Keracunan di Kota Kediri Bertambah Jadi 39 Siswa! Satgas Dapati Menu MBG Diolah Lebih Awal

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:11 WIB
PERIKSA SOP: Wali Kota Vinanda Prameswati (kiri) dan Pj Sekda Endang Kartika Sari (2 dari kiri) mendatangi SPPG Kaliombo pada Kamis (17/9) malam. Dari hasil pengecekan CCTv diketahui pengolahan makanan dilakukan empat jam lebih awal. (Foto: Wahyu Adji)
PERIKSA SOP: Wali Kota Vinanda Prameswati (kiri) dan Pj Sekda Endang Kartika Sari (2 dari kiri) mendatangi SPPG Kaliombo pada Kamis (17/9) malam. Dari hasil pengecekan CCTv diketahui pengolahan makanan dilakukan empat jam lebih awal. (Foto: Wahyu Adji)

KOTA, JP Radar Kediri- Jumlah anak Kota Kediri yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) terus bertambah. 

Dua anak dibawa ke RSUD Gambiran setelah kemarin pagi (18/9) mengeluh sakit perut dan mual. Total korban keracunan pun mencapai 39 siswa, 12 di antaranya dirawat di rumah sakit.

Untuk diketahui, usai kabar keracunan yang diduga akibat menu MBG pada Kamis lalu (17/9), Satgas MBG Kota Kediri langsung turun tangan.

Dipimpin Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, tim menjenguk siswa dan menggelar rapat koordinasi. Hasilnya, selain fokus pada penanganan anak, Pemkot Kediri bersama Kejaksaan Negeri Kediri dan TNI/Polri juga akan melakukan investigasi untuk mencari penyebab pasti keracunan. 

Baca Juga: Sakit Perut setelah Makan Ayam Katsu MBG, Sembilan Siswa SDN Kampungdalem 3 Alami Keracunan!

Di waktu yang sama, satgas juga mengecek SPPG Kaliombo sebagai penyalur paket-paket MBG tersebut. Di sana, tim memeriksa rekaman closed circuit television (CCTv) dan beberapa sarana prasarana dapur. Hasilnya, ada beberapa temuan yang menjadi catatan. 

“Ada beberapa catatan terkait kehigienisan. Tadi sampai ada kucing masuk ketika ayamnya ditaruh di bawah. Itu bisa menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada BGN (Badan Gizi Nasional, Red),” ujar Vinanda. 

Selain itu, dalam investigasi itu tim juga menyoroti aspek kepatuhan dalam mengenakan alat pelindung diri (APD). Masih ditemui beberapa pekerja yang tidak mengenakan APD ketika bertugas.

Kemudian, satgas juga menyoroti jangka waktu memasak. Dari pantauan CCTv, makanan diduga diolah terlalu awal. Sehingga memengaruhi kualitas makanan saat didistribusikan.

“Yang dilaporkan mulai jam 02.00 (mengolah makanan, Red) ternyata di CCTv bisa kita lihat bersama lebih dari empat jam (lebih awal, Red),” beber Vinanda. 

Baca Juga: Keracunan di Badas, Kediri Dipastikan dari MBG: Tempe Krispi Positif Bakteri, ini Penyebabnya

Selain itu, cara pengolahan bahan makanan juga menjadi sorotan. Vinanda mencontohkan, daging ayam yang akan diolah dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Temuan itu menurutnya akan menjadi dasar tindaklanjut ke BGN. 

“Tentunya ini menjadi bahan evaluasi kita bersama. Jangan sampai ini terjadi lagi di Kota Kediri, dan nanti kami akan segera melakukan evaluasi terhadap SPPG yang lain,” tegasnya. 

Vinanda menegaskan, mulai kemarin SPPG Kaliombo juga di-suspend atau dihentikan sementara operasionalnya. Di waktu yang sama, satgas juga masih melakukan investigasi.

Termasuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan di Labkesda.

“Untuk penyebabnya, sampel masih dilakukan uji lab dan nanti segera akan keluar hasilnya. Kami masih cari tahu, apakah ini dari bakteri, atau kah memang ada bahan makanan yang tidak aman bagi anak-anak,” tandas Vinanda. 

Sementara itu jika hingga Kamis malam (17/9), jumlah korban keracunan mencapai 37 anak dengan 10 anak di antaranya dirawat di RSUD Gambiran, kemarin pagi jumlahnya bertambah.

Baca Juga: Korban Dirawat Karena Keracunan di Kota Kediri Bertambah Jadi 10 Anak, SPPG Kaliombo Disuspend!

Total ada dua lagi anak yang dibawa ke RSUD Gambiran karena mengeluhkan sakit perut hingga mual. Artinya, hingga pukul 12.00 kemarin (18/9), ada 12 anak yang dirawat di RSUD Gambiran.

Rinciannya, enam anak dari SDN Kampungdalem 3, dua anak dari SDN Kampungdalem 4, tiga anak dari SDN Kaliombo, serta satu anak dari SDN Ngronggo 1.

“Alhamdulillah kondisi anak-anak sudah membaik,” ujar Humas RSUD Gambiran Nitra Sari. 

CERIA LAGI: Wali Kota Vinanda berbincang dengan korban keracunan yang dirawat di RSUD Gambiran. Total ada 12 siswa yang jalani perawatan karena mengalami sakit perut dan mual. (Foto: Wahyu Adji)
CERIA LAGI: Wali Kota Vinanda berbincang dengan korban keracunan yang dirawat di RSUD Gambiran. Total ada 12 siswa yang jalani perawatan karena mengalami sakit perut dan mual. (Foto: Wahyu Adji)

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SDN Kampungdalem 3 tetap berjalan kemarin. Hanya saja, siswa dipulangkan lebih awal dari jadwal biasanya. 

Kepala SDN Kampungdalem 3 Hertanto mengatakan, kemarin pagi ada dua siswanya yang menyusul merasakan gejala keracunan. Dua siswa itu langsung dibawa ke RSUD Gambiran untuk mendapatkan penanganan medis. 

“Pagi tadi (18/9) ada yang ke IGD lagi dua anak dari kelas 4 dan kelas 3,” ungkap Hertanto sembari menyebut mereka juga merasakan gejala mual dan sakit perut.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 9 Siswa SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri Dilarikan ke RS Gambiran

Adapun beberapa siswa juga sudah kembali masuk sekolah kemarin. Selebihnya, pria yang akrab disapa Tanto itu menyebut kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

Namun, siswa dipulangkan lebih awal karena keterbatasan guru yang sebagian harus berjaga di rumah sakit. 

“Ini tadi dari lima anak yang sebelumnya sempat dibawa ke puskesmas, hari ini juga sudah ada masuk,” kata Tanto. 

Khusus untuk MBG juga berhenti disalurkan ke sekolah. Sebagai upaya antisipasi, para guru terus berkoordinasi dengan orang tua untuk memantau kondisi anak-anak. 

Seperti diberitakan, kasus keracunan makanan terjadi di SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri, Kamis pagi (17/9). Awalnya, sembilan anak mengeluh sakit perut disertai mual, muntah, dan pusing.

Delapan di antaranya dilarikan ke Puskesmas Kota Wilayah Utara, sebelum beberapa dirujuk ke RSUD Gambiran. Diduga, gejala keracunan itu dipicu MBG yang dikonsumsi anak-anak.

Baca Juga: Puluhan Siswa di Badas Kediri Diduga Keracunan MBG, Begini Dalih Kepala SPPG

Menu hari itu terdiri dari nasi putih, ayam katsu, sayur kari, edamame, dan buah melon. 

Setelah dicek oleh guru dan petugas kesehatan, ayam katsu di beberapa paket MBG disebut sudah berbau menyengat. Sehingga, dugaan awal penyebab keracunan berasal dari olahan ayam tersebut.

Untuk memastikan penyebabnya, Satgas MBG Kota Kediri sudah mengambil sampel makanan dan akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kediri. (ais/ut)

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
satgas mbg kota kediri Mbg keracunan Vinanda Prameswati Makan Bergizi Gratis