Sakit Perut setelah Makan Ayam Katsu MBG, Sembilan Siswa SDN Kampungdalem 3 Alami Keracunan!

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 10:41 WIB
Petugas Puskesmas Kota Wilayah Utara membawa siswa yang mengalami gejala keracunan berat untuk mendapat perawatan lebih lanjut di RSUD Gambiran. (Foto: Wahyu Adji)
Petugas Puskesmas Kota Wilayah Utara membawa siswa yang mengalami gejala keracunan berat untuk mendapat perawatan lebih lanjut di RSUD Gambiran. (Foto: Wahyu Adji)

KOTA, JP Radar Kediri-Sedikitnya sembilan siswa SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri dilarikan ke fasilitas kesehatan, Kamis siang (17/9).

Mereka mendapat perawatan setelah mengeluh sakit perut dan pusing usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG). Satgas MBG Kota Kediri langsung turun tangan menindaklanjuti kejadian tersebut. 

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, paket MBG yang diterima siswa kemarin berisi nasi putih, ayam katsu, edamame, sayur kari, dan buah melon. Total ada 120 siswa di sekolah ini yang mengonsumsi menu tersebut.

Namun, hingga pukul 12.00 kemarin baru sembilan anak yang menunjukkan gejala keracunan. Delapan di antaranya dilarikan ke Puskesmas Kota Wilayah Utara di Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Setonopande. 

Selanjutnya delapan anak dirujuk ke RSUD Gambiran. 

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 9 Siswa SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri Dilarikan ke RS Gambiran

Aliya, salah satu korban keracunan, mengaku sempat mengonsumsi nasi dan ayam katsu MBG. Ditemui di Puskesmas Kota Wilayah Utara, Aliya nampak duduk lemas di kursi usai diperiksa di instalasi gawat darurat (IGD).

“Sakit perut sama pusing,” kata siswa kelas 6 itu lirih. 

Namun, tidak semua siswa yang mengonsumsi MBG menunjukkan gejala serupa. Gagas, siswa kelas 6 lainnya, juga mengonsumsi nasi dan ayam katsu MBG.

Namun, dia tidak merasakan ada yang aneh ataupun merasa mual setelahnya. “Tadi makan nasi sama ayamnya saja. Rasanya biasa, enak-enak saja. Nggak ada rasa aneh,” akunya. 

Baca Juga: Keracunan di Badas, Kediri Dipastikan dari MBG: Tempe Krispi Positif Bakteri, ini Penyebabnya

Sementara itu, tiga pilar kelurahan langsung mendatangi lokasi. Bersama pihak sekolah, mereka melakukan mitigasi awal dengan memeriksa kondisi siswa lainnya.

“Ada sembilan anak tadi yang dibawa (ke fasilitas kesehatan, Red),” ujar Kepala Kelurahan Kampungdalem Oryza Mahendrajaya.

Wali Kelas 6 SDN Kampungdalem 3 Eni Sulistyawati menambahkan, sebanyak sembilan siswa itu menunjukkan gejala perut panas yang diikuti mual dan muntah. Adapun satu anak hanya merasakan pusing dan langsung dipulangkan. 

Eni menyebut, anak-anak mulai mengonsumsi MBG sekitar pukul 09.20. “Kalau menurut saya, (dugaan pemicu keracunan, Red) tadi itu buahnya sama ayam. Ayamnya sudah agak berbau,” ungkapnya. 

Baca Juga: Korban Dirawat Karena Keracunan di Kota Kediri Bertambah Jadi 10 Anak, SPPG Kaliombo Disuspend!

Beberapa ayam katsu yang dibagikan menurutnya sudah berbau dan berubah rasa. Namun, tidak semua paket MBG kondisinya serupa. Beberapa yang dicek guru sebelum dibagikan dalam kondisi yang baik. 

“Mungkin ketepakan yang dicek itu pas aman-aman saja. Kami kan tidak tahu bagian yang mana (yang sudah tidak layak, Red),” sambung Eni. 

Rupanya, beberapa anak memang mengaku sengaja tidak mengonsumsi MBG yang dibagikan. Maraknya kasus keracunan membuat sejumlah orang tua khawatir yang mengimbau anak untuk selektif dengan MBG yang diterima. 

Salah satunya Lusi Prastiwi, wali siswa SDN Kampungdalem 3 yang kemarin bergegas datang ke sekolah setelah mendengar kabar keracunan di sekolah anaknya. Dia datang lebih awal sebelum jam pulang sekolah karena waswas anaknya juga ikut keracunan. 

“Memang saya wanti-wanti anaknya jangan makan MBG. Karena kan sudah banyak contohnya juga. Kayak di TikTok, di medsos, banyak yang sakit,” ujar perempuan asal Kelurahan Ringinanom itu.

Baca Juga: Kronologi Keracunan di Blaru Badas Kediri yang Diduga Karena Akibat Makan MBG

“Anak saya nggak (keracunan, Red). Tapi teman-teman anak saya ada yang dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya. 

Menindaklanjuti kejadian keracunan tersebut, kemarin Dinas Pendidikan Kota Kediri bersama Satgas MBG Kota Kediri langsung turun ke lokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, hingga kemarin siang kasus keracunan MBG baru dilaporkan dari SDN Kampungdalem 3 saja. Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri untuk penanganan korban maupun siswa lainnya. 

“Ini masih kami koordinasikan dengan dinas kesehatan karena nampaknya semua anak sudah konsumsi,” ujar Mandung. 

Meski hanya ada sembilan siswa yang dilaporkan keracunan, menurut Mandung dinas kesehatan tetap memeriksa semua seluruh siswa yang sudah mengonsumsi paket MBG. Termasuk mereka yang belum menunjukkan gejala keracunan.

“Jangan hanya yang sudah terasa perutnya nggak enak (yang diperiksa). Tapi semuanya nanti coba kami koordinasikan dengan dinkes untuk antisipasinya,” tandas Mandung. 

Baca Juga: BGN Hentikan Operasional SPPG Blaru, Badas: Ini yang Dilakukan Satgas MBG Kabupaten Kediri

Terpisah, Ketua Satgas MBG Kota Kediri Endang Kartika Sari mengatakan, dinas kesehatan langsung turun untuk melakukan tes. “Sampelnya sudah dibawa untuk dicek di labkesda,” kata perempuan yang juga menjabat Pj Sekda Kota Kediri itu. 

Menurutnya, dugaan awal penyebab keracunan adalah ayam katsu yang kondisinya sudah buruk. Saat dicek langsung, menurutnya olahan ayam itu sudah berbau. 

“Tadi setelah saya tanya ke siswa yang mengalami keracunan, ada yang makan sayur, ada yang lengkap makannya, tapi ada beberapa yang hanya makan nasi dan ayam katsu saja. Jadi indikasinya ke ayam dan tadi saya buka juga sisa makanannya itu yang belum dimakan, memang bau,” beber Endang. 

Untuk siswa yang tidak keracunan, Satgas MBG Kota Kediri melakukan observasi dan memberikan edukasi kepada siswa. Sebab, kondisi ketahanan tubuh yang berbeda juga ditengarai memengaruhi parah atau tidaknya dampak yang dirasakan. 

“Kami juga sudah koordinasi dengan koorwil MBG. Nanti kami akan bertemu karena saat ini dari koorwil MBG juga sedang keliling di lokasi-lokasi lainnya dan nanti kami akan koordinasi,” terang Endang. 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
satgas mbg kota kediri Mbg keracunan Makan Bergizi Gratis badan gizi nasional