Keracunan di Badas, Kediri Dipastikan dari MBG: Tempe Krispi Positif Bakteri, ini Penyebabnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:16 WIB
Ilustrasi program MBG. (Afrizal Syaiful M/JPRK)
Ilustrasi program MBG. (Afrizal Syaiful M/JPRK)

 

JP Radar Kediri- Penyebab keracunan yang menimpa sekitar 30 siswa di Kecamatan Badas pada Rabu (2/9) lalu akhirnya terjawab. 

Para siswa yang mengeluh mual, muntah, dan  pusing itu dipastikan keracunan dari menu tempe crispy yang mengandung bakteri Bacillus Cereus.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib melalui Kabid Kesehatan Masyarakat dr Ika Tjandra Kusuma mengatakan, kontaminasi bakteri Bacillus Cereus itu diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium.

 “Hasil laboratoriumnya positif Bacillus Cereus pada sampel makanan,” kata Ika.

Untuk diketahui, satgas mengujikan sampel seluruh menu ke laboratorium di Surabaya.

Mulai dari nasi putih, tongseng ayam, oseng wortel dan kembang kol, tempe crispy, dan buah melon. Dari hasil pemeriksaan, tempe crispy positif mengandung bakteri.

Adapun untuk menu ayam yang sebelumnya dikeluhkan berlendir dan terasa asam justru tidak mengandung bakteri.

Ika menyebut, Bacillus Cereus merupakan bakteri yang bisa ditemukan di lingkungan, seperti di tanah, debu, tumbuhan, maupun bahan organik.

Kontaminasi pada tempe, lanjut Ika, bisa terjadi sejak masih berwujud kedelai, proses pembuatan, penyimpanan tempe, proses pembuatan keripik, hingga penyimpanannya.

Baca Juga: Hasil Lab Menu MBG yang Sebabkan Keracunan Ratusan Penerima Manfaat di Kras Kediri Positif Bakteri

“Jika tempe crispy disimpan di suhu ruang dalam waktu yang lama, bakteri akan berkembang biak dengan cepat dan meningkatkan risiko terjadinya keracunan pangan,” terangnya.

Dengan hasil laboratorium tersebut, pengelola SPPG diminta melakukan tindak lanjut.

Di antaranya, memperbaiki penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan pengolahan makanan.

“Harus memperbaiki dan melaksanakan SOP secara benar dan konsisten, untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan aman dan sesuai ketentuan,” tegas Ika.

Seperti diberitakan, Satgas MBG Kabupaten Kediri melakukan investigasi setelah menerima laporan adanya puluhan siswa yang keracunan usai mengonsumsi MBG dari SPPG Blaru.

Merespons kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan suspend atau penghentian sementara operasional dapur hingga batas waktu yang belum diketahui.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
terkontaminasi bakteri keracunan mbg Makan Bergizi Gratis