JP Radar Kediri – Kondisi cuaca di kawasan Puncak Gunung Wilis perlu diwaspadai menyusul terdeteksinya 46 titik panas (hotspot) di wilayah perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo.
Data pemantauan menunjukkan hotspot tersebar di tiga wilayah. Sebanyak delapan titik berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
Kemudian 24 titik di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, serta 14 titik di Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo.
Kemunculan titik panas tersebut juga disertai kepulan asap yang terlihat dari wilayah Nganjuk.
Asap membumbung dari kawasan lereng pegunungan dan menjadi indikasi adanya aktivitas kebakaran yang perlu diantisipasi.
Dari sisi cuaca, kondisi di sekitar kawasan pemantauan pada pukul 08.00 WIB terpantau cerah.
Suhu udara berada di kisaran 23 derajat Celsius dengan angin bertiup dari arah tenggara sekitar 6 kilometer per jam.
Meski kecepatan angin saat pemantauan relatif rendah, perubahan arah maupun peningkatan kecepatan angin dapat memengaruhi pergerakan asap dan penyebaran api.
Baca Juga: 5 Gempa Terekam di Kelud, Terlama Capai 6 Menit 32 Detik, Status Normal
Kondisi vegetasi yang relatif kering selama periode kemarau juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Api yang muncul di kawasan pegunungan berpotensi merembet apabila kondisi lingkungan mendukung.
Masyarakat diimbau tidak mendekati kawasan yang terdapat titik panas, terutama hutan dan jalur pendakian di sekitar Puncak Wilis.
Warga yang melihat api atau kepulan asap yang semakin meluas diminta segera melaporkannya kepada petugas.
Informasi mengenai perkembangan kondisi di kawasan Wilis juga perlu dipantau melalui sumber resmi dan mengikuti arahan petugas di lapangan.(*)
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri