Sering Terjadi Gempa Tektonik Bukan Indikator Erupsi: PPGA Tegaskan Status Gunung Kelud Masih Normal

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 06:34 WIB
Landscape Gunung Kelud dari permukiman. (Foto Wahyu Adji)
Landscape Gunung Kelud dari permukiman. (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Meski gempa tektonik terpantau sering terjadi di Gunung Kelud, hal tersebut bukan merupakan tanda-tanda erupsi.

Melainkan, hanya getaran jauh yang terekam oleh siesmograf di gunung api aktif itu.

Data yang dihimpun dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Kelud, sejak Selasa (1/9) lalu sedikitnya ada 23 gempa yang tercatat. Semuanya merupakan gempa tektonik jauh.

Pemerhati Gunung Kelud Dr Dedi Sasmito Utomo menjelaskan, secara umum gempa dibedakan menjadi tiga jenis. Yakni gempa tektonik, vulkanik, dan runtuhan.

Terkait banyaknya gempa yang terdeteksi, menurutnya, seismograf yang terpasang di PPGA Kelud memiliki sensitivitas tinggi.

Sehingga dapat merekam getaran yang sumbernya cukup jauh dari lokasi gunung.

“Seismograf yang ada di Kelud itu bisa menangkap getaran-getaran jauh yang diakibatkan aktivitas tektonik, bukan aktivitas vulkanik. Gempa itu sebenarnya setiap hari,” ujarnya.

Karena itu, adanya catatan gempa dalam laporan pemantauan tidak otomatis menunjukkan aktivitas Gunung Kelud meningkat.

Termasuk ketika yang tercatat merupakan gempa tektonik lokal maupun tektonik jauh.

Baca Juga: Gunung-Gunung Hampir Secara Serentak Alami Erupsi, Bagaimana dengan Kelud? Begini Penjelasan Ahli

Dedi menegaskan, gempa vulkanik lokal justru jadi salah satu parameter penting. Sebab bisa terkait dengan aktivitas magma di dalam kantong magma Gunung Kelud.

Jika gempa vulkanik di sekitar kawah mengalami peningkatan, menurut Dedi data itu akan dipantau secara real time. Terutama untuk melihat kecenderungan aktivitasnya.

“Kalau PGA di Margomulyo mendeteksi gempa lokal yang terjadi di Gunung Kelud, itu bisa menjadi tanda meningkatnya aktivitas magma di dalam kantong magmanya,” tutur Dedi.

Petugas Pantau PVMBG Gunung Kelud Budi Prianto menyebut, indikator utama yang digunakan untuk menentukan perkembangan status gunung api adalah gempa vulkanik.

“Kalau di laporan PGA tertulis gempa tektonik lokal tiga kali, itu belum berarti status naik,” papar Budi.

Menurutnya, setiap gunung api memiliki karakteristik dan kategori pemantauan masing-masing.

Perubahan status baru dilakukan setelah PVMBG melihat adanya peningkatan gempa vulkanik yang signifikan dan berlangsung terus-menerus.

Tidak hanya gempa, perubahan status juga mempertimbangkan parameter lain seperti deformasi tubuh gunung dan kondisi gas vulkanik.

 “Status akan naik kalau PVMBG melihat gempa vulkanik naik drastis, terus-menerus, dan didukung data deformasi, gas, dan lain-lain,” jelasnya.

Berdasar pemantauan PGA Kelud, pada 10 September pukul  00:00-24:00 WIB, visual air danau kawah Kelud terlihat jelas berwarna hijau.

Baca Juga: Tiga Gempa Tektonik Jauh Terekam di Kelud, Pengunjung Dilarang Dekati Kawah, Begini Statusnya

 Bualan air ditengah danau teramati samar-samar. Suhu air danau kawah telemetri 28,59 C.

Dengan adanya itu, status Gunung Kelud masih Normal.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri memastikan status Gunung Kelud masih level I atau aktif normal.

Mereka pun meminta masyarakat untuk tidak panik menyikapi kabar yang beredar terkait tanda-tanda erupsi gunung berapi itu.

          Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan kunjungan lapangan ke Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Kelud.

Hasilnya, belum ada perubahan status gunung aktif di wilayah paling timur Kabupaten Kediri itu.

“Saat ini aktivitas Gunung Kelud masih level I atau aktif normal. Kami terus berkoordinasi dengan petugas pengamatan untuk mengikuti perkembangan aktivitas gunung berdasar hasil pemantauan resmi,” ujar Ariyanto.

Karenanya, Ariyanto meminta masyarakat tidak perlu panik menyikapi kabar yang belum jelas sumbernya.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

Tak hanya koordinasi dengan PPGA, Ariyanto menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca Juga: Gunung Kelud Masih Normal, Dua Gempa Tektonik Jauh Terekam

Dari dua instansi itu dipastikan kondisi Kelud masih aktif normal.

“Yang terpenting masyarakat tetap waspada tetapi tidak perlu panik.

 Ikuti terus informasi resmi karena setiap perubahan kondisi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk apabila diperlukan peningkatan kesiapsiagaan,” tandasnya. 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
status gunung kelud gempa tektonik jauh pvmbg Kawah