Sempat Dibuka Usai Kebakaran Wilis, Jalur Pendakian Tembelang Kembali Ditutup, Begini Penjelasannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:42 WIB
Pemandangan pegunungan wilis.
Pemandangan pegunungan wilis.

 

JP Radar Kediri – Jalur pendakian menuju Puncak Tembelang di kawasan Wisata Besuki, Kecamatan Mojo, sempat dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran hutan.

Namun, pembukaan tersebut tidak berlangsung lama karena jalur kembali ditutup menyusul adanya pertimbangan dari Perhutani terkait kondisi kawasan.

Kabid Pengembangan Pariwisata Disparbud Kabupaten Kediri Husni Mubarok mengatakan, pihaknya sempat membuka kembali jalur pendakian setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri.

Saat itu, berdasarkan informasi hasil pemantauan lapangan, titik api dilaporkan telah padam dan kondisi dinilai cukup aman.

“Kami sempat melakukan pembukaan setelah koordinasi dengan BPBD. Secara kondisi lapangan, dari BPBD api sudah padam. Sehingga bisa dibuka kembali,” kata Husni.

Setelah keputusan pembukaan tersebut, Disparbud Kabupaten Kediri juga sempat menyosialisasikan kepada masyarakat melalui media sosial.

Namun, perkembangan berikutnya membuat pembukaan jalur kembali dievaluasi.

Husni menyebut pihaknya menerima surat dari Perhutani yang menjadi salah satu pertimbangan untuk tidak membuka jalur pendakian terlebih dahulu.

Baca Juga: Hutan di Gunung Wilis Terbakar, Pendakian Puncak Tembelang Ditutup

Perbedaan hasil pemantauan di lapangan menjadi salah satu alasan perlunya koordinasi lebih lanjut sebelum jalur benar-benar dinyatakan aman.

“Namun, kami dapat surat dari Perhutani. Ternyata per hari ini pendakian tidak dibuka dulu. Tapi masih kami koordinasikan lagi karena api sudah padam, BPBD juga katanya sudah aman,” ujarnya.

Menurut Husni, Perhutani ingin memastikan kondisi kawasan secara menyeluruh sebelum aktivitas pendakian kembali diperbolehkan.

Terlebih, titik kebakaran berada di kawasan hutan dengan medan yang cukup sulit sehingga diperlukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada potensi api kembali muncul.

“Koordinasi dengan Perhutani mungkin terkait monitor lapangan, perspektifnya berbeda. Jadi ada pertimbangan untuk jangan dibuka dulu. Perhutani ingin memastikan betul apakah memang sudah aman,” jelasnya.

Karena itu, Disparbud belum menetapkan kapan jalur pendakian akan kembali dibuka. Keputusan pembukaan nantinya akan dilakukan setelah ada kepastian dari seluruh stakeholder yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan Wisata Besuki.

“Intinya akan kami buka jika sudah ada kepastian dari stakeholder yang mengelola Besuki. Mulai dari BPBD, Perhutani dan lainnya,” pungkas Husni.

Dengan keputusan tersebut, wisatawan masih dapat beraktivitas di kawasan Wisata Besuki sepanjang tidak memasuki jalur pendakian yang ditutup.

Sementara akses menuju Puncak Tembelang untuk sementara masih menunggu hasil koordinasi dan pemastian kondisi keamanan kawasan.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
karhutla puncak tembelang gunung wilis pemkab kediri