Kampanye Lingkungan, Ratusan Anak Muda Cleanup Wisata Kali Bening Ngancar Kediri

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 22:45 WIB
Salah satu pelajar peserta cleanup saat mengumpulkan sampah yang berserakan di kawasan wisata Kali Bening Ngancar. (Foto: Ayu Isma)
Salah satu pelajar peserta cleanup saat mengumpulkan sampah yang berserakan di kawasan wisata Kali Bening Ngancar. (Foto: Ayu Isma)

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Ratusan orang yang mayoritas anak muda di Kediri melakukan langkah nyata demi kelestarian wisata alam Kali Bening Ngancar, Minggu pagi (6/9).

Para pegiat lingkungan hidup itu menggelar aksi bersih-bersih atau cleanup di area wisata dan sungai tersebut.

Selain itu, penanaman pohon dan kampanye pelestarian lingkungan terhadap pengunjung tempat wisata juga digelar kemarin. 

Total ada lebih dari 150 orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Sebagian dari mereka merupakan pelajar dan mahasiswa pecinta alam.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Melanda Wilis: Sumber Kering, Warga Harus Berburu Air dengan Bawa Jeriken ke Sungai dan Desa Sebelah

Ketua Yayasan Hijau Daun Endang Pertiwi selaku koordinator aksi mengatakan, kegiatan ini digelar tak hanya untuk mencegah kerusakan ekologis di aliran sungai tersebut.

Melainkan juga bagian dari upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada masyarakat sekitar, khususnya pengunjung kawasan Wisata Kali Bening Ngancar.

Menurutnya, edukasi itu penting dilakukan. Sebab meski merupakan wisata berbasis alam, masih banyak ditemui sampah yang dibuang sembarangan. Khususnya sampah jenis plastik dari kemasan makanan atau minuman. 

“Sampah yang kami ambil hanya yang sampah anorganik dan residu. Yang anorganik sudah banyak diambil pengambil sampah, mungkin dari warung-warung yang ada untuk dijual kembali. Jadi kami hanya kebanyakan mengambil residu saja, sekitar 30 kiloan karena kebanyakan plastik-plastik kecil yang sangat ringan,” ujar Endang. 

Baca Juga: Sungai dan Peradaban 

Sementara itu, Wisata Kali Bening yang berada di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar itu dipilih karena lokasinya yang masih cenderung alami. Namun di sisi lain, destinasi wisata itu belakangan semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Viralnya lokasi itu membawa tantangan tersendiri tentang bagaimana mempertahankan kelestarian alam di tengah kepentingan mendongkrak sektor pariwisata desa. 

“Ini perlu penyadaran ke para pengunjung karena ternyata sampahnya masih banyak yang dibuang sembarang. Sedangkan ini kan daerah yang seharusnya terjaga, tetapi dijadikan tempat wisata. Dampaknya pasti di sampah sehingga kesadaran bersama itu perlu dibangun,” tandasnya. (ais) 

  

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
wisata kali bening ngancar pegiat lingkungan yayasan hijau daun desa kunjang pelestarian