JP Radar Kediri – Masyarakat Kabupaten Kediri wajib mewaspadai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah musim kemarau.
Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mencatat kasus ISPA sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 62.613 temuan.
Secara kumulatif angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Namun begitu perkembangan kasus dalam beberapa bulan terakhir justru menunjukkan tren penurunan. Pada Agustus kemarin tercatat ada 5.172 kasus.
Angka tersebut turun dibanding Juli yang mencapai 6.328 kasus. Bahkan, jika dibandingkan pada Mei lalu yang mencapai 11.461 kasus, penurunan bulan kemarin lebih dari separonya.
Baca Juga: Enam Bulan, 51 Ribu Warga Terserang ISPA: Begini Penjelasan Dinkes Kabupaten Kediri
“Kalau lihat tren justru menurun,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Bambang Triyono Putro.
Meski demikian jika dibandingkan dengan tahun lalu, kasus ISPA tahun ini menunjukkan angka lebih tinggi.
Pada Januari hingga Agustus 2025, Dinkes mencatat 56.968 kasus. Artinya, terdapat selisih 5.645 kasus atau sekitar 9,9 persen lebih banyak pada periode yang sama tahun ini.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan tetap diperlukan. Terlebih musim kemarau masih berlangsung.
Cuaca yang cenderung kering dan kondisi lingkungan yang berdebu menjadi salah satu faktor gangguan saluran pernapasan.
Namun, Dinkes menilai perkembangan kasus saat ini belum menunjukkan kecenderungan terus meningkat.
Bambang menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Termasuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Khususnya selama kondisi cuaca seperti sekarang.
Upaya tersebut dinilai penting agar tren penurunan kasus ISPA dapat terus dipertahankan.
“Edukasi ke masyarakat pentingnya meningkatkan daya tahan tubuh dan perilaku hidup bersih sehat, terutama di musim seperti ini,” jelas Bambang.
Masyarakat juga diminta memperhatikan pola makan dan waktu istirahat. Dinkes mengimbau warga menerapkan pola makan seimbang.
Tak lupa untuk mencukupi kebutuhan istirahat agar kondisi tubuh tetap prima.
Baca Juga: Enam Bulan, 51 Ribu Warga Terserang ISPA: Begini Penjelasan Dinkes Kabupaten Kediri
Selain itu, penggunaan masker dianjurkan bagi masyarakat yang sedang mengalami batuk untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada anak-anak dan lansia. Pasalnya mereka relatif lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
Dengan upaya tersebut masyarakat diharapkan dapat membantu mempertahankan tren penurunan kasus ISPA.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri