KOTA, JP Radar Kediri- Masa pendaftaran bantuan modal (banmod) Pemerintah Kota Kediri berakhir Senin (31/8) lusa, namun jumlah pendaftarnya baru mencapai separo.
Meski banyak yang datang ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, mereka baru sekadar konsultasi atau bertanya.
Untuk diketahui, pendaftaran banmod dibuka sejak 17 Agustus lalu. Hingga Jumat (28/8) kemarin, pendaftar bantuan permodalan itu hingga kemarin baru mencapai 69 orang. Sedangkan kuota yang dibuka tahun ini sekitar 150 orang.
Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, jika kuota pendaftar belum terpenuhi hingga akhir Agustus ini, tak menutup kemungkinan akan dilakukan perpanjangan.
“Ancang-ancang (memperpanjang pendaftaran, Red) memang ada. Tapi belum kami putuskan diperpanjang atau tidak karena biasanya di akhir masa pendaftaran itu banyak yang mendaftar,” ujar Ridwan.
Baca Juga: Pemkot Kediri akan Salurkan Bantuan Modal dengan Menyasar IKM, Ini Syarat-Syaratnya!
Lebih jauh Ridwan menyebut, hingga kemarin masih banyak masyarakat yang mengajukan pertanyaan tentang pendaftaran banmod. Mayoritas dari mereka menanyakan soal persyaratan hingga cara mendaftar.
Termasuk ketentuan unggah berkas persyaratan karena pendaftaran yang dilakukan secara online. “Sebagian masih kami bimbing untuk ketentuan pendaftarannya,” sambungnya.
Untuk diketahui, tahun ini Pemkot Kediri menyasar industri kecil menengah (IKM) sebagai penerima manfaat banmod. Bantuan dalam bentuk barang ini disalurkan untuk IKM yang punya potensi naik kelas.
Salah satu syaratnya, pendaftar harus memiliki sertifikasi pelatihan sesuai kategori paket usaha yang disalurkan tahun ini.
Baca Juga: UMKM Berbondong-bondong Urus NIB, Mayoritas Demi Bisa Mengajukan Bantuan Modal ke Pemkot Kediri
Yakni, jahit pemula berupa mesin jahit dan mesin obras. Kemudian, usaha jajan tradisional berupa oven gas dan mixer. Ada pula usaha bengkel motor berupa kompresor angin dan bor baterai. Selanjutnya, usaha bakery pemula berupa oven gas, mixer, dan kompor, serta usaha hantaran berupa etalase dan keranjang bambu.
“Jadi memang banmod ini lebih difokuskan sebagai apresiasi kami terhadap pelaku usaha yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan sudah mau naik kelas, istilahnya. Jadi kami arahkan di sana,” terang Ridwan.
Hal itu sekaligus menjadi bentuk evaluasi pemkot dalam melakukan pembinaan terhadap pelaku IKM di Kota Kediri. Karena itu, tak menutup kemungkinan bantuan permodalan selanjutnya akan diberikan kepada sektor usaha lainnya yang belum terakomodasi tahun ini.
Baca Juga: Pemkot Salurkan Banmod Rombong untuk Eks-PKL Joyoboyo dan Patiunus, Kemana Mereka Direlokasi?
“(Kemungkinan usaha lainnya di penyaluran banmod selanjutnya, Red) Sangat terbuka. Kegiatan kami ini akan terus kami laksanakan dengan optimal. Kami juga sangat berharap bisa mendapatkan evaluasi dari kegiatan ini sehingga tahun-tahun berikutnya bisa kami lakukan perbaikan,” tuturnya, menyebut penyesuaian penyaluran banmod tiap tahunnya dilakukan berdasarkan respons dari masyarakat.
Seperti diberitakan, penyaluran bantuan modal yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini menyasar IKM. Dengan kuota 150 penerima manfaat, Disperdagin sudah mengkurasi kebutuhan paket-paket usaha sesuai kategori yang dibuka.
Dengan mekanisme baru itu, penyaluran banmod jadi lebih terintegrasi dengan program pelatihan yang juga dibuka pemkot. Sekaligus memastikan penyaluran bantuan permodalan ini bisa lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Puluhan Penerima Banmod Kota Kediri Menghilang, Disperdagin Siapkan Sanksi Ini
Serta bisa menjadi stimulus bagi IKM agar semakin berkembang. Jika prosesnya lancar, Disperdagin menargetkan penyaluran banmod sudah bisa dilakukan Oktober mendatang. (ais/ut)
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri