KEDIRI, JP Radar Kediri – Kunjungan sesepuh kiai di Pondok Pesantren Lirboyo kemarin menyoroti beberapa hal. Salah satunya terkait dugaan intervensi dan pengkondisian yang memungkinkan dilakukan oleh pemerintah.
Menanggapi hal tersebut Ma’ruf Amin menyebut dugaan itu masih ada. Jadi masih terdapat upaya-upaya untuk menekan dengan berbagai cara. “Dugaan (intervensi dan pengkondisian, Red) itu masih ada,” ujar Mantan Wakil Presiden RI ke-13 itu.
Dugaan adanya indikasi pengondisian serta turut campur tangan pihak pemerintah masih menjadi sorotan utama di Muktamar ke-35 NU. Indikasi terkait dugaan intervensi tersebut dinilai masih terus bergulir di lapangan. Ini memunculkan perhatian khusus tentang independensi para peserta yang hadir di dalam forum tersebut.
Baca Juga: Kiai Ma’ruf Amin Singgung Soal Politik Uang saat Muktamar NU di Tambakberas Jombang
Upaya-upaya untuk melakukan penekanan diduga masih terus terjadi hingga saat ini. Penekanan tersebut diindikasikan dilakukan melalui berbagai macam cara dan pendekatan. Kondisi ini membuat suasana di lapangan menjadi penuh dinamika yang patut untuk dikawal.
“Bahwa dari pemerintah sebenarnya tidak ada,” tandasnya.
Ya, terdapat keyakinan kuat bahwa pada dasarnya pemerintah secara institusi tidak ikut campur dalam urusan tersebut. Persoalan utama justru ditengarai muncul dari adanya oknum atau pihak-pihak tertentu yang dinilai sengaja memanfaatkan isu keterlibatan pemerintah tersebut.
Pihak-pihak ini diduga membangun narasi seolah-olah mereka telah mendapatkan restu atau dukungan penuh dari pemerintah. Praktik pemanfaatan situasi semacam ini dinilai masih sering ditemukan di lapangan dan cukup meresahkan.
Baca Juga: Kiai Ma’ruf Amin: Pemerintah Harus Netral, Ini Pesan-Pesan Yang Wajib Diperhatikan!
“Hal inilah yang dinilai menciptakan tekanan psikologis bagi para peserta dan harus segera dihentikan,” pungkasnya.
Panitia pelaksana pun diharapkan bisa bekerja secara demokratis, jujur, dan menjaga kondusivitas acara.
Seperti yang diberitakan, Ma’ruf Amin menemui sejumlah kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Rabu (26/8) siang.
Baca Juga: Apa Bedanya Munas dan Konbes NU? Begini Penjelasan dari Amin Said Husni PBNU
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah ulama, di antaranya KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH ’Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu’adz Thohir, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Muhibbul Aman Aly.
Dalam pertemuan tersebut, Ma’ruf bersama para kiai sepuh turut membahas pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Salah satu poin yang ditekankan yakni memberikan keleluasaan kepada peserta untuk menentukan pilihan secara mandiri.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri