Bualan Air Muncul di Tengah Danau Kawah Kelud, Suhu 29,24 Derajat! Begini Statusnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi Gunung Kelud.
Ilustrasi Gunung Kelud.

JP Radar Kediri – Ada aktivitas menarik yang terpantau di kawasan puncak Gunung Kelud. Melalui kamera pemantau (CCTV), bualan air terlihat samar di bagian tengah danau kawah.

Fenomena tersebut terpantau dalam pengamatan aktivitas Gunung Kelud pada Rabu (26/8). Meski begitu, aktivitas gunung api yang berada di perbatasan Kediri, Blitar, dan Malang tersebut masih dalam kondisi Level I (Normal).

Bualan air menjadi salah satu objek yang terlihat saat pemantauan visual. Air danau kawah Kelud tampak berwarna kehijauan. Sementara suhu air danau yang tercatat melalui sistem telemetri mencapai 29,24 derajat Celsius.

Di sisi lain, tidak teramati asap kawah. Kondisi gunung secara umum terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis.

Dari catatan kegempaan, Pos Pengamatan Gunungapi Kelud merekam lima kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan 26 Agustus pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

Baca Juga: Empat Gempa Tektonik Jauh Tercatat, Begini Status Gunung Kelud

Gempa tersebut memiliki amplitudo 3–24 milimeter. Durasi gempa berkisar 63–220 detik dengan rentang S-P antara 26,51–49,83 detik.

Sementara kondisi meteorologi di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur, tenggara, dan selatan. Suhu udara berada pada kisaran 18–28 derajat Celsius dengan kelembapan 53–82 persen.

Kendati terdapat bualan air di danau kawah, belum ada perubahan status Gunung Kelud. Tingkat aktivitas masih Level I (Normal).

Petugas tetap meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah dalam radius satu kilometer. Batas tersebut perlu dipatuhi sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bahaya di sekitar kawah.

Masyarakat dan penambang yang beraktivitas di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Kelud juga diminta mewaspadai potensi lahar.

Pemantauan terhadap aktivitas Kelud terus dilakukan. Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap mengikuti informasi resmi dari petugas dan menghindari kawasan yang masuk dalam radius larangan.

Editor : Andhika Attar Anindita
BMKG gunung kelud Kawah