JP Radar Kediri – Aktivitas Gunung Kelud masih terpantau normal. Namun, dalam periode pengamatan Senin (24/8), Pos Pengamatan Gunungapi Kelud mencatat empat kali gempa tektonik jauh yang terjadi di sekitar gunung berketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.
Berdasarkan laporan MAGMA-VAR periode 00.00–24.00 WIB, gempa tektonik jauh itu memiliki amplitudo 2,5–4 milimeter.
Sementara durasi gempa cukup panjang, yakni berkisar 101 hingga 230 detik, dengan waktu S-P antara 38 hingga 43,52 detik.
Meski aktivitas kegempaan tersebut tercatat, kondisi visual Gunung Kelud masih terpantau jelas.
Tidak terlihat adanya asap kawah. Dari pantauan kamera CCTV, danau kawah juga terlihat jelas dengan warna air masih hijau.
Yang menarik, bualan air di danau kawah masih terlihat samar. Suhu air danau kawah tercatat mencapai 29,52 derajat Celsius dalam pengamatan tersebut.
Sementara kondisi meteorologi di sekitar Kelud terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang dengan arah dominan menuju utara dan timur laut. Suhu udara berada pada kisaran 19–30 derajat Celsius dengan kelembapan 56–68 persen.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Kelud pada Level I atau Normal.
Baca Juga: Gunung Kelud di Kediri Masih Level Normal, Bualan Air di Tengah Danau Kawah Terpantau
Dengan status tersebut, belum ada peningkatan status aktivitas vulkanik yang perlu dikhawatirkan masyarakat.
Meski begitu, masyarakat maupun wisatawan tetap diminta tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius satu kilometer.
Imbauan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya di kawasan kawah.
Selain itu, masyarakat dan penambang juga diminta mewaspadai potensi lahar. Terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari kawasan puncak Gunung Kelud.
Data aktivitas Gunung Kelud tersebut merupakan hasil pengamatan Pos Pengamatan Gunungapi Kelud dan bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, serta PVMBG.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PVMBG.