JP Radar Kediri – Keberadaan lubang biopori di sejumlah kelurahan di Kota Kediri masih belum merata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri dalam Statistik Potensi Desa 2025, dari total 46 kelurahan hanya ada 33 kelurahan telah memiliki lubang biopori.
Artinya masih terdapat 13 kelurahan yang belum memiliki lubang biopori. Secara keseluruhan, persentase kelurahan yang telah memiliki lubang biopori mencapai 71,7 persen. “Biopori menjadi salah satu upaya sederhana untuk meningkatkan resapan air di lingkungan,” ujar Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono.
Jika berdasarkan kecamatan, Mojoroto menjadi wilayah dengan jumlah kelurahan yang telah memiliki lubang biopori terbanyak. Yakni 12 kelurahan. Dua kelurahan lainnya belum memiliki biopori.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Gandeng Warga Tambak Wedi Buat Biopori dan Tanam Jagung
Kemudian Kecamatan Kota mencatat 11 kelurahan telah memiliki biopori dan enam kelurahan belum memilikinya. Sedangkan Kecamatan Pesantren terdapat 10 kelurahan yang sudah memiliki dan lima kelurahan belum memiliki biopori.
Dari sisi persentase, Mojoroto menjadi kecamatan dengan cakupan kepemilikan biopori tertinggi. Yakni 85,7 persen. Disusul Pesantren sebesar 66,7 persen dan Kecamatan Kota sebesar 64,7 persen.
Emil mengatakan keberadaan biopori menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung kelestarian lingkungan. Menurutnya, data tersebut juga menunjukkan masih adanya ruang untuk meningkatkan pemanfaatan biopori di wilayah Kota Kediri.
“Data ini menunjukkan pemanfaatan biopori di Kota Kediri masih perlu terus ditingkatkan,” kata ayah tiga anak tersebut. Emil berharap keberadaan biopori dapat semakin diperluas hingga seluruh kelurahan. (*)
Editor : Mahfud