JP Radar Kediri- Rencana pembangunan gedung parkir di Jalan Dhoho mendapat respons dari DPRD Kota Kediri. Salah satunya terkait bangunan kuno di persimpangan Jalan Dhoho dan Stasiun yang dikhawatirkan masyarakat akan dirobohkan.
Menyikapi itu, dewan mendorong agar bangunan berstatus objek diduga cagar budaya (ODCB) itu dipertahankan. Keberadaan bangunan kuno di lokasi bakal gedung parkir itu sempat mendapat sorotan masyarakat.
Baca Juga: Liputan Khusus! Terkendala SDM, Pelestarian Cagar Budaya di Kediri Bisa Melalui Hal Ini
Sejak berdiri puluhan tahun lalu, bangunan yang dulunya dikenal sebagai Hong Kong Restaurant tersebut sempat beberapa kali beralih fungsi. Dan kini, dikelola sebagai apotek serta optik.
“Itu kan bisa menjadi simbol perkembangan pembangunan di Kota Kediri dari masa ke masa. Nah, banyak kalangan yang berharap keberadaannya tetap dipertahankan,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari.
Dari situ, wacana pembangunan gedung parkir sudah memicu pro dan kontra. Untuk itu, dia mendorong agar Pemerintah Kota Kediri mempertahankan bangunan itu karena nilai sejarah yang tersimpan di dalamnya.
“Kalau nanti kawasannya sudah dibangun, bangunannya itu dipertahankan, malah bisa jadi menambah kesan ikonik kawasan. Dan pembangunan gedung parkirnya tidak harus menyentuh bangunan-bangunan itu kan juga bisa,” tandas politisi Partai Demokrat itu.
Karena itu, dia menilai pembangunan tetap bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan bangunan-bangunan bernilai sejarah. Salah satunya dengan mengatur tata letak maupun alur kendaraan yang mengakses gedung parkir.
“Jadi kami berharap yang memiliki nilai sejarah, yang memang sudah dibangun sejak zaman kolonial, ya itu tetap harus kita pertahankan,” pesannya.
Seperti diberitakan, rencana pembangunan gedung parkir lima lantai di Jl Dhoho terungkap saat rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi C DPRD Kota Kediri pada 31 Juli lalu. Pembangunan gedung parkir akan mengawali rencana penataan kawasan Jl Dhoho pada 2028 nanti.
Untuk membangun gedung parkir, Pemkot Kediri menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 35 miliar. Gedung parkir akan dibangun di lahan aset pemkot yang berada di sebagian ruas Jalan Dhoho. Pembangunan kantong parkir itu menyusul problem parkir liar yang banyak ditemui di Jalan Dhoho maupun sirip-sirip jalan di sekitarnya. Sebagai tahap awal, pemkot mulai menyosialisasikan rencana tersebut kepada penyewa aset pemkot di sana.
Baca Juga: Kisah Ridha Anabil Islami, Gen-Z yang Jadi Jupel Cagar Budaya Termuda di Kediri
Soal bangunan kuno itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kediri Endang Kartika Sari mengatakan, pemkot masih akan berkonsultasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur. Sebab lokasi bangunan itu memang berada di dalam jangkauan area gedung parkir yang rencananya mulai dibangun tahun depan.
“Masih kami konsultasikan dengan Balai Cagar Budaya di Trowulan. Nanti jawabannya bagaimana, kalau memang harus dipertahankan, ya kami pertahankan,” tandas Endang. (*)
Editor : Mahfud