Gus Thuba Tegaskan Yakuza Maneges Tak Pernah Asal Menindak, Begini Pola Penanganan yang Dilakukan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Gus Thuba bersama Walikota Vinanda saat deklarasi Yakuza Maneges. (Foto Dokumen Yakuza Maneges)
Gus Thuba bersama Walikota Vinanda saat deklarasi Yakuza Maneges. (Foto Dokumen Yakuza Maneges)

 

JP Radar Kediri – Yakuza Maneges menegaskan pola penanganan setiap laporan yang masuk dilakukan secara selektif dan tidak sembarangan.

Kelompok yang selama ini dikenal aktif membantu masyarakat tersebut mengaku tidak akan bergerak hanya berdasarkan kabar atau desas-desus yang beredar.

Setiap laporan terlebih dahulu dikaji untuk memastikan informasi yang diterima benar dan tidak menimbulkan kesalahan dalam penanganan.

Thuba Topo Broto Maneges atau Den Gus Thuba, Pimpinan Pusat Yakuza Maneges, mengatakan timnya tidak pernah melakukan klarifikasi maupun tindakan ke lapangan hanya bermodal pemberitaan atau informasi sepihak.

Menurutnya, Yakuza Maneges baru bergerak ketika ada pihak yang meminta bantuan, baik korban, keluarga, maupun orang yang menjadi penghubung korban.

Setelah tim turun ke lokasi, lanjut dia, data dan poin-poin terkait perkara tersebut sudah dipastikan lengkap.


"Yakuza Maneges itu tidak pernah bergerak dan eksekusi, klarifikasi, ada tindakan ke lapangan hanya dengan dasar berita dan isu. Kita tidak pernah mencari-cari masalah, kecuali masalah itu datang," ujar Den Gus Thuba pada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Dia mencontohkan, banyak informasi terkait persoalan yang masuk kepadanya namun tidak semuanya langsung ditindaklanjuti. Laporan yang datanya belum lengkap atau pihak-pihak terkait belum berhasil ditemui akan lebih dulu ditahan untuk pendalaman.

Baca Juga: Korban Rudapaksa di Ngasem Alami Trauma, Gus Thuba Ketua Yakuza Maneges Tegaskan Akan Kawal Sampai Tuntas

Bahkan, ada proses pengkajian terhadap sebuah kasus yang berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.


"Ada yang dikaji sampai sebulan, ada yang dua bulan, kalau cepat ya bisa seminggu. Yang kemarin kasus pemerkosaan di Ngasem itu cuma dua hari karena sudah jelas. Korban dan keluarga datang, alamat pelaku juga sudah ada," jelasnya.

Den Gus Thuba juga menegaskan Yakuza Maneges tidak bertujuan menggantikan peran aparat penegak hukum (APH).

Sebaliknya, keberadaan mereka disebut untuk membantu penegakan hukum, terutama dengan menjembatani persoalan yang belum diketahui atau belum terjangkau kepolisian.

Namun ketika ada suatu perkara akan tetapi sudah dilaporkan dan ditangani polisi, Yakuza Maneges mengaku tidak akan mengambil alih penanganan tersebut.

"Yakuza Maneges bukan menggantikan peran APH, tapi membantu penegakan hukum dan membuka pintu atau menjembatani beberapa hal yang mungkin tidak diketahui atau tidak dijangkau kepolisian," katanya.

"Terkecuali ada kasus yang ditangani polisi tapi tidak segera ditindaklanjuti dan tidak diproses, sering kita sebut dengan istilah masuk angin atau 86, baru Yakuza Maneges maju untuk menekan transparansi dan tegak lurusnya hukum", imbuh Pimpinan Yakuza Maneges.

 Dia menyinggung perkara di wilayah Ploso Mojo (Ponpes berinisial AB) yang sebelumnya ramai menjadi perhatian publik.

Menurut Den Gus Thuba, dirinya justru mengetahui perkara tersebut dari media dan informasi masyarakat.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata laporan sudah masuk ke Polres sehingga dirinya memilih tidak ikut campur dalam penanganan awal perkara tersebut.

Baca Juga: Terima Aduan Rudapaksa, Yakuza Maneges Serahkan Pelaku ke Polisi: Korban Dipaksa Minum Arak dan Dirudapaksa


Meski begitu, Yakuza Maneges tetap memantau perkembangan perkara yang sudah dilaporkan.

Jika dalam prosesnya muncul indikasi penanganan berjalan lambat atau terdapat persoalan yang dianggap perlu didorong, pihaknya baru akan kembali menghubungi korban untuk membantu menyuarakan persoalan tersebut dengan cara Organisasi Elit itu.

"Selama ini yang kita urus itu masalah yang masih baru, polisi belum menerima laporan dan belum diproses. Kita tangani dari awal supaya cepat. Kalau sudah masuk laporan polisi, ya sudah," tegasnya menyebut bahwa perkara yang sudah masuk, maka tugas Yakuza Maneges adalah memantaunya hingga tuntas.


Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, Pimpinan Organisasi Sosial Spiritual itu menyebut laporan dapat disampaikan melalui kanal media sosial Yakuza Maneges maupun anggota di masing-masing wilayah.

 Namun, laporan tersebut tetap akan diverifikasi dan dikaji sebelum tim mengambil langkah.


"Kalau datanya akurat otomatis langsung bergerak. Kalau belum, ya didalami dulu. Intinya kita memastikan dulu supaya tidak salah menindak," pungkasnya.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
yakuza maneges gus thuba pencabulan