JP Radar Kediri–Ribuan warga tumplek blek di Sumber Gundi Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, kemarin (23/8).
Mereka antusias nyemplung ke sumber untuk berebut ikan dalam tradisi Grobyak Ikan.
Tak sekadar berburu ikan, tradisi tahunan tersebut sekaligus jadi momentum untuk semakin mengakrabkan warga dan membersihkan sumber.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, begitu aba-aba dimulai diucapkan, ribuan warga langsung turun ke sumber. Berbekal jaring-jaring kecil, warga adu cepat mengambil ikan di sumber.
Riuh rendah suara dan tawa warga terdengar bersahutan, membuat suasana semakin ramai. Hanya dalam hitungan menit, warga bisa mendapat ikan-ikan besar.
Baca Juga: Polsek Pagu Kediri Kawal Grobyak Ikan, Seribu Warga Tanjung Tumpah di Sumber Gundi
Salah satunya Ongki Adiarto, 38. Hanya 10 menit nyemplung ke sumber, dia bisa membawa empat ekor ikan tawes seberat sekitar tiga kilogram.
"Ini tawes semua. Dapat empat ekor. Kalau tahun lalu lebih banyak, soalnya sekarang ikannya cuma sedikit kayaknya," ujarnya.
Ongki mengaku rutin mengikuti Grobyak Ikan setiap tahun. Kegiatan dalam rangkaian HUT Kemerdekaan RI itu jadi salah satu agenda yang ditunggunya.
Ikan hasil tangkapannya juga tidak dijual. Melainkan diberikan kepada mertuanya untuk dimasak.
Senada dengan Ongki, Sukaris Hadi Wibowo, 41, juga mengaku rutin mengikuti kegiatan tersebut.
Selama sekitar setengah jam nyemplung ke sumber, dia bisa mendapat ikan patin.
"Ya, buat hiburan saja. Kalau dibandingkan biaya parkir dengan ikan yang didapat ya lumayan. Parkirnya Rp 5 ribu," ujarnya sembari memperkirakan ikan yang didapat sekitar 2-3 kilogram.
Terpisah, Sekretaris Desa Tanjung Rudi Widiyanto mengatakan, Grobyak Ikan merupakan rangkaian puncak kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Tradisi Grobyak Ikan, kata Rudi, sudah berlangsung turun-temurun.
Bahkan, Grobyak Ikan sudah digelar sejak dirinya belum lahir. Diwariskan oleh para sesepuh desa. Untuk persiapan panen, sekitar satu ton benih ikan ditebar sejak setahun sebelumnya.
Benih tersebut berasal dari hasil penjualan tiket dan parkir, bantuan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, serta pihak-pihak yang peduli terhadap kelestarian sumber.
Melihat tingginya minat warga, panitia kembali menambahkan sekitar satu ton ikan patin menjelang pelaksanaan.
Selain patin, ikan yang menjadi penghuni asli sumber adalah tombro. Dengan demikian, total ikan yang dipanen mencapai sekitar dua ton, bahkan bisa lebih banyak lagi.
Selain melestarikan tradisi, Grobyak Ikan memiliki tujuan untuk pembersihan sumber. Setelah ikan dipanen, sumber dan kolam akan dikuras sekaligus dibersihkan dari kotoran. “Jadi sekaligus untuk membersihkan sumber,” jelasnya.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri