JP Radar Kediri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterima beberapa sekolah yang sebelumnya jadi korban keracunan.
Seperti siswa SMPN 1 Kras sejak misalnya yang kembali menerima program itu sejak Selasa (18/8) lalu.
Sebelumnya, program tersebut sempat terhenti pascadugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima manfaat.
Distribusi makanan kini dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjaranyar.
Kepala SMPN 1 Kras Soedjito membenarkan sekolahnya kembali menerima MBG sejak awal pekan ini. Menurut dia, makanan yang diterima siswa kini berasal dari dapur SPPG Banjaranyar.
Bukan dari SPPG Purwodadi yang sebelumnya melayani sekolah tersebut.
Baca Juga: Hasil Lab Menu MBG yang Sebabkan Keracunan Ratusan Penerima Manfaat di Kras Kediri Positif Bakteri
“Sudah, sejak Selasa kemarin. Dari SPPG Banjaranyar,” konfirmasinya.
Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian menemukan kontaminasi bakteri Bacillus cereus pada sampel tumis buncis dan wortel.
Meski demikian, Soedjito mengatakan tidak ada persoalan khusus dari sisi sekolah terkait penghentian sementara tersebut.
Penyaluran MBG baru kembali dilakukan setelah menyesuaikan jadwal dengan SPPG yang akan melayani sekolah.
Baca Juga: Hasil Lab Keracunan MBG Kras Kediri Positif Bakteri Bacillus Cereus, Ini yang Dilakukan Satgas MBG
“Masih menyesuaikan jadwal SPPG, karena jumlah penerimanya besar,” jelas Soedjito.
Kini, kebutuhan makanan bergizi bagi siswa SMPN 1 Kras kembali terpenuhi. Hanya saja melalui dapur yang berbeda.
Pengalihan tersebut sekaligus memastikan program tetap berjalan. Sementara SPPG Purwodadi yang sebelumnya melayani sekolah masih dalam proses evaluasi.
Sebelumnya, SPPG Purwodadi disuspensi setelah dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Kras dan ratusan penerima manaaat laiinnya.
Satgas MBG Kabupaten Kediri menyebut hasil uji laboratorium menemukan bakteri Bacillus cereus pada sampel tumis buncis dan wortel.
Tindak lanjut terhadap SPPG Purwodadi selanjutnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : Radar Kediri