JP Radar Kediri– Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ngancar, tidak sekadar agenda tahunan semata.
Beragam kegiatan yang digelar di tingkat kecamatan hingga desa, sekaligus jadi momentum untuk mempererat gotong royong dan kebersamaan warga.
Semangat tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai unsur dalam rangkaian perayaan.
Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, forkopimcam, dinas, dan instansi vertikal duduk bersama menyusun berbagai agenda sejak Juli lalu.
Camat Ngancar Moh. Muthoin mengatakan, koordinasi lintas sektor dan elemen warga itu dilakukan untuk menyatukan masyarakat.
“Sekaligus memberi ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi, serta memastikan peringatan kemerdekaan berlangsung meriah,” kata Muthoin yang menjadi koordinator utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Tidak hanya menyiapkan agenda di tingkat kecamatan, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa yang menggelar berbagai perlombaan, hiburan, dan kegiatan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Yang paling penting dari rangkaian kegiatan Agustusan ini, bagaimana masyarakat bisa bersama-sama, bergotong royong, dan menjaga kebersamaan. Karena peringatan kemerdekaan bukan hanya soal upacara, tetapi juga bagaimana semangat persatuan itu tetap hidup di tengah masyarakat,” beber Muthoin.
Baca Juga: Peringati HUT Kemerdekaan, Bupati dan Wali Kota Kediri Pimpin Upacara, Ini Pesannya!
Untuk diketahui, upacara HUT kemerdekaan yang biasa digelar di Lapangan Ngancar, tahun ini dipindah ke Lapangan Pandantoyo.
Tak hanya upacara tingkat kecamatan, masing-masing desa juga menggelar upacara secara mandiri pada pagi hari.
Setelah upacara tingkat desa, masyarakat dari berbagai wilayah berkumpul mengikuti upacara tingkat kecamatan.
Sehingga suasana peringatan kemerdekaan terasa semakin semarak.
Muthoin mengaku senang melihat antusiasme masyarakat dalam merayakan HUT RI.
Semangat gotong royong juga terlihat dari keterlibatan elemen masyarakat dalam kegiatan pengibaran bendera raksasa di Bukit Sumbing, kawasan Gunung Kelud kemarin.
“Kegiatan (pengibaran bendera) diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur dan menjadi bagian lain dari ekspresi warga dalam memperingati kemerdekaan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran di BUMDes Pandantoyo.
Agenda tersebut jadi ruang bagi masyarakat dan berbagai unsur pemerintahan untuk berkumpul sekaligus mensyukuri momentum kemerdekaan.
Muthoin menyebut, rangkaian Agustusan di Kecamatan Ngancar masih akan berlangsung hingga September.
Berbagai kegiatan di tingkat desa maupun kecamatan diharapkan dapat terus menjadi ruang pertemuan warga. Sekaligus menjaga tradisi gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat.
Bagi pemerintah Kecamatan Ngancar, menurut Muthoin kemeriahan Agustusan bukan semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar.
Melainkan, semangat kemerdekaan diharapkan bisa diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, dan kesediaan masyarakat untuk saling membantu dalam setiap kegiatan di lingkungan masing-masing.
“Tujuan utamanya menumbuhkan semangat gotong royong, menumbuhkan kepedulian dan empati antar warga dalam merawat lingkungan masing-masing,” beber Muthoin.
Agustusan di Kecamatan Ngancar
3 Agustus : Lomba kebersihan dan keindahan kantor desa
4 Agustus : Lomba baris-berbaris SD, MI, SMP, MTs, SMK
6 Agustus : Lomba PKK desa
9 Agustus : Lomba bola voli antar-klub di Ngancar
11 Agustus : Lomba Agustusan di kantor kecamatan
14 Agustus : Upacara HUT pramuka dan persami di Desa Bedali
14 Agustus : Pengukuhan paskibraka di pendapa Kec. Ngancar
14 Agustus : Kesenian reog dan campursari di Desa Kunjang
16 Agustus : Doa bersama di desa masing-masing
17 Agustus : Upacara detik-detik proklamasi dan penurunan bendera di Desa Pandantoyo
17 Agustus : Upacara pengibaran bendera raksasa di bukit sumbing Gunung Kelud
20 Agustus : Lomba mewarna tingkat PAUD, TK se-Kecamatan di eks UPTD Pandantoyo
22 Agustus : Pawai karnaval di Desa Bedali
22 Agustus : Semarak kemerdekaan di Desa Manggis
29 agustus : Bazar UMKM di Desa Jagul
2 September : Pawai karnaval di Desa Margourip
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri