JP Radar Kediri – Hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan penerima manfat di Kecamatan Kras akhirnya keluar.
Hasilnya menunjukkan adanya kontaminasi bakteri pada sampel makanan yang diperiksa. Temuan tersebut terdapat pada menu tumis buncis dan wortel yang disajikan saat kejadian.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib membenarkan hasil pemeriksaan tersebut.
Menurut dia, sampel makanan yang diperiksa sebelumnya dikirim ke laboratorium sebagai bagian dari investigasi untuk mencari penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
"Alhamdulillah sudah. Hasilnya ada kontaminan bakteri pada sampel makanan, yakni tumis buncis dan wortel," ujar Khotib.
Temuan tersebut menjadi perkembangan penting dalam penanganan dugaan keracunan yang sebelumnya dialami ratusan siswa.
Saat kejadian, para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, diare, pusing, hingga sakit perut setelah menyantap menu MBG.
Baca Juga: Stop Penyaluran MBG di Wilayah Kras, Dampak Insiden Keracunan yang Menimpa Ratusan Siswa
Sebelumnya, seluruh siswa serta B3 dan guru yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan kini telah sembuh.
Beberapa siswa sempat menjalani pemulihan di rumah, namun tidak ada lagi yang menjalani perawatan akibat kejadian tersebut.
Hasil laboratorium ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi penanganan program MBG di wilayah Kediri.
Sebelumnya, operasional SPPG Purwodadi Kras dihentikan sementara setelah kejadian tersebut dan Pemkab Kediri berkoordinasi dengan BGN terkait kelanjutan layanan MBG bagi sekolah yang terdampak.
Sementara itu, pihak yayasan yang dikonfirmasi koran ini enggan memberikan keterangan. Ketika ditanyai, pihak yayasan menyebut tidak ada tanggapan.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri