JP Radar Kediri – Upaya membersihkan cat pada Kereta Mbah Gleyor di Desa/Kecamatan Kandat tidak bisa dilakukan cepat.
Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur harus menggunakan metode bertahap dan bahan berbeda-beda. Sesuai jenis cat yang menempel pada permukaan kayu.
Uji coba pembersihan dilakukan dengan metode konservasi yang mengutamakan bahan paling ringan terlebih dahulu. Tujuannya agar tidak merusak material asli benda bersejarah tersebut.
Untuk cat putih yang diduga merupakan cat tembok, tim menggunakan alkohol.
Permukaan yang terkena cat dibasahi alkohol, kemudian disikat menggunakan sikat nilon dan segera dilap.
Baca Juga: Hapus Coretan di Situs Mbah Gleyor, BPK Jatim Lakukan Proses Pembersihan, Begini Hasilnya
“Proses tersebut dilakukan berulang hingga cat terangkat, jelas Konservator BPK Jawa Timur Ahmad Latif.
Sementara itu, cat berwarna hijau dan cokelat membutuhkan bahan berbeda. Tim menggunakan etil asetat karena alkohol dinilai belum cukup efektif untuk mengangkat kedua jenis cat tersebut.
Permukaan dibasahi etil asetat hingga cat melunak, kemudian disikat dan dilap secara berulang.
Uji coba tersebut baru dilakukan pada bagian roda serta satu bagian kecil di atas kereta. Untuk membersihkan bagian roda saja, tim membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga tiga jam, tetapi hasilnya belum sepenuhnya bersih.
"Kalau untuk benar-benar bersih itu mungkin butuh tiga jam lebih. Yang paling sulit cat cokelat dan hijau karena cat cokelatnya merupakan cat minyak," terangnya.
Menurutnya, waktu tersebut menjadi gambaran awal untuk menentukan durasi pembersihan secara keseluruhan.
Baca Juga: Kereta Mbah Gleyor Kandat Kediri Ditutup Kain Hitam, Ada Apa?
Dengan luas permukaan yang harus ditangani, prosesnya diperkirakan bisa membutuhkan waktu beberapa hari.
Dalam konservasi benda bersejarah, pemilihan bahan pembersih tidak bisa dilakukan sembarangan.
Tim terlebih dahulu menguji bahan dari yang paling ringan, mulai dari air, kemudian alkohol, hingga bahan dengan tingkat pelarutan lebih tinggi apabila diperlukan.
"Prinsipnya dalam konservasi dicoba dari metode yang paling ringan dan bahan yang paling sederhana. Karena kami juga tidak tahu cat yang digunakan apa, jadi dicoba terlebih dahulu," jelasnya.
Ia menambahkan, pembersihan harus dilakukan secara hati-hati karena tidak selalu bisa mengembalikan kondisi kayu persis seperti sebelum terkena cat.
“Jadi ini yang juga digunakan untuk tindak lanjutnya nanti,” ujarnya.
Dia mengngatakan, dengan penanganan bagian roda yang bisa mencapai tiga jam, diperkirakan pembersihan akan memakan waktu lama. “Bisa beberapa hari,” jelasnya.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri