JP Radar Kediri–Pantauan titik panas di wilayah Karesidenan Kediri dan Karesidenan Madiun menunjukkan kondisi relatif aman pada Selasa (18/8).
Berdasarkan pembaruan pemantauan, tidak ditemukan satu pun lokasi titik panas di 13 kabupaten/kota yang masuk dalam dua wilayah tersebut.
Di Karesidenan Kediri, nihil titik panas terpantau di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Nganjuk, Trenggalek, maupun Tulungagung.
Kondisi serupa juga tercatat di seluruh wilayah Karesidenan Madiun yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ponorogo, Magetan, Ngawi, dan Pacitan.
Artinya, berdasarkan pemantauan tersebut, belum terdapat indikasi titik panas yang terdeteksi di kawasan Kediri dan Madiun Raya.
Data ini menjadi salah satu indikator dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah periode musim kemarau.
Meski demikian, kondisi nihil titik panas bukan berarti potensi kebakaran sepenuhnya hilang. Masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran sampah maupun pembakaran lahan yang dapat meluas ketika kondisi lingkungan kering.
Baca Juga: BMKG: Tak Ada Peringatan Dini Cuaca di Kediri dan Sekitarnya hingga 19 Agustus, Begini Penjelasannya
Pemantauan titik panas dilakukan menggunakan data penginderaan jauh yang dapat menjadi peringatan dini terhadap potensi kebakaran.
Perkembangan kondisi tersebut tetap perlu dipantau secara berkala karena titik panas dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan aktivitas di lapangan.
Berdasarkan pembaruan pemantauan BMKG pada 18 Agustus 2026, jumlah titik panas di seluruh wilayah Karesidenan Kediri dan Karesidenan Madiun tercatat 0 lokasi.
Informasi pemantauan titik panas tersebut disampaikan melalui sistem pemantauan BMKG.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri