Penerbangan Super Air Jet Delay 10 Jam, 160 Penumpang Tertahan di Bandara Dhoho Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:59 WIB
Aktivitas di Bandara Dhoho Kediri. Tahun depan bandara ini ditunjuk menjadi embarkasi haji. (Foto Wahyu Adji)
Aktivitas di Bandara Dhoho Kediri. (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Ratusan penumpang maskapai Super Air Jet (SAJ) dengan rute penerbangan Bandara Dhoho Kediri menuju Jakarta mengalami keterlambatan hingga sekitar 10 jam, Minggu (16/8).

Sekitar 160 penumpang disebut tertahan di Bandara Dhoho akibat penerbangan yang sedianya berangkat sekitar pukul 12.35 WIB tersebut baru diberangkatkan sekitar pukul 20.00 WIB.

Sanjaya, warga Pare, Kabupaten Kediri, merupakan salah satu penumpang yang terdampak keterlambatan tersebut.

Dia mengaku hendak terbang ke Jakarta untuk menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI di Jakarta karena mendapat undangan.

Menurut Sanjaya, sejak proses check-in sekitar pukul 12.00 WIB, penumpang beberapa kali mendapat informasi perubahan jadwal keberangkatan.

Semula penerbangan disebut akan berangkat pukul 14.00 WIB, kemudian kembali diundur menjadi pukul 16.00 WIB dan selanjutnya pukul 18.00 WIB.

Namun, hingga jadwal tersebut kembali terlewati, pesawat belum juga diberangkatkan sehingga penumpang harus menunggu hingga malam hari.

“Katanya jam 14.00, mundur lagi jam 16.00, jam 16.00 katanya jam 18.00. Jam 18.00 tidak berangkat lagi, akhirnya menunggu pesawat dari Jakarta,” ujar Sanjaya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Baca Juga: Super Air Jet Tambah Penerbangan di Bandara Dhoho, Tiket Sudah Masuk Platform Digital

Kondisi tersebut, lanjut dia, tidak hanya merugikan penumpang yang tujuan akhirnya Jakarta.

Sejumlah penumpang disebut memiliki penerbangan lanjutan dari Jakarta menuju daerah lain, termasuk Lampung.

Karena keterlambatan penerbangan dari Kediri, tiket penerbangan lanjutan yang telah dibeli secara mandiri oleh penumpang terancam hangus.

Sanjaya juga mengaku dampak keterlambatan terasa hingga rencana penginapan di Jakarta.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat di hotel menjadi terpangkas karena penumpang baru tiba di Jakarta pada malam hari.

“Yang jelas penginapan juga terdampak. Kami pagi hanya beberapa jam, kemudian langsung keluar untuk ke istana. Di hotel juga tidak diberi makan karena kami sudah datang terlambat,” katanya.

Selama menunggu di Bandara Dhoho, penumpang disebut mendapat konsumsi dari pihak maskapai.

Namun, Sanjaya menilai makanan yang diberikan tidak sebanding dengan lamanya waktu tunggu.

Sanjaya juga mengaku sempat memprotes penanganan keterlambatan tersebut.

Dari protes itu, penumpang akhirnya mendapatkan kompensasi sebesar Rp300 ribu.

Menurutnya, kompensasi tersebut belum sebanding dengan kerugian dan waktu yang terbuang akibat keterlambatan penerbangan.

Baca Juga: Lion Air Ikut Lirik Penerbangan Umrah, Water Salute Sambut Pesawat Super Air Jet di Bandara Dhoho

Meski memahami gangguan teknis pesawat dapat terjadi, Sanjaya meminta maskapai memiliki langkah antisipasi agar penumpang tidak terlalu lama menunggu.

“Kalau pesawat rusak ya wajar, itu keselamatan kita bersama. Tapi kenapa penanganannya sangat lama. Ibarat bus rusak kan diganti yang lain, tidak dibiarkan begitu saja sampai lama,” tegasnya.

Dia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi maskapai maupun pengelola penerbangan agar pelayanan kepada penumpang ke depan lebih baik.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic at PT Lion Air / Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro saat dikonfirmasi terkait keterlambatan penerbangan tersebut masih belum memberikan tanggapan.

“Sugeng mas, tak check e nggeh,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab keterlambatan.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
delay bandara dhoho kediri Super Air Jet penerbangan