Ombak Laut Selatan Tinggi Hingga 20 Agustus 2026, Nelayan Diminta Waspada, Ada Apa?

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:04 WIB
Ilustrasi ombak tinggi.
Ilustrasi ombak tinggi.

JP Radar Kediri – Kondisi perairan Jawa Timur diprakirakan masih relatif aman untuk pelayaran di sejumlah wilayah pada Minggu (16/8).

Namun, gelombang lebih tinggi berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur, dengan ketinggian mencapai 2,1 meter.

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, informasi tersebut berlaku 16 Agustus 2026 mulai pukul 07.00 WIB selama 24 jam.

Di Laut Jawa bagian timur, cuaca secara umum diprakirakan berawan tebal. Angin dominan bertiup dari arah timur dengan kecepatan maksimum 28 knot atau sekitar 52 kilometer per jam.

Ketinggian gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,4 meter.

Sementara itu, kondisi relatif lebih tenang diprakirakan terjadi di Selat Madura. Cuaca diprediksi cerah berawan, dengan angin dominan dari timur dan kecepatan maksimum 23 knot atau sekitar 43 kilometer per jam.

Ketinggian gelombang di Selat Madura diprakirakan berkisar 0 hingga 0,8 meter.

Baca Juga: Gelombang Laut Selatan Tinggi Sampai 17 Agustus 206, Wisata Pantai Diminta Waspada

Gelombang Selatan Lebih Tinggi

Perhatian lebih perlu diberikan bagi aktivitas pelayaran di perairan selatan Jawa Timur. BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan dengan angin dominan dari timur dan kecepatan maksimum 24 knot atau sekitar 44 kilometer per jam.

Adapun ketinggian gelombang diprakirakan mencapai 0,8 hingga 2,1 meter.

Prakiraan tinggi gelombang BMKG untuk periode 16–20 Agustus 2026 juga menunjukkan wilayah selatan Jatim berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi dibandingkan perairan utara.

Sejumlah wilayah seperti perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi tercatat berpotensi mengalami gelombang di atas 2 meter pada beberapa periode.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan, kapal penyeberangan, maupun masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama yang menggunakan perahu atau kapal berukuran kecil.

BMKG juga mengingatkan bahwa keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap dapat menambah kecepatan angin serta ketinggian gelombang.

Masyarakat yang hendak melakukan aktivitas pelayaran diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum berangkat.

Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Radar Kediri
ombak tinggi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya. neelayan laut selatan waspada