Tujuh Gempa Tektonik Jauh Terekam di Kelud, Apakah Tanda Gunung Akan Meletus? Begini Statusnya Menurut Ahli

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Pantauan Gunung Kelud oleh PVMBG
Pantauan Gunung Kelud oleh PVMBG

JP Radar Kediri – Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Kelud, Sabtu (15/8), tercatat tujuh kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

Lantas, apa sebenarnya gempa tektonik jauh? Apakah kemunculan tujuh gempa tersebut menjadi pertanda Gunung Kelud akan meletus?

Berdasarkan laporan pengamatan, kondisi Gunung Kelud hingga Sabtu (15/8) masih terpantau normal. Secara visual, gunung terlihat jelas dan tidak teramati asap kawah.

Cuaca di sekitar Gunung Kelud cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang menuju selatan, barat daya, dan barat.

Suhu udara berada pada kisaran 20–31 derajat Celsius, sedangkan kelembapan tercatat 54–68 persen.

Tujuh Gempa Tektonik Jauh

Dalam periode pengamatan tersebut, petugas merekam tujuh kali gempa tektonik jauh.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Kelud Masih Normal, Satu Gempa Tektonik Jauh Tercatat

Gempa tektonik jauh merupakan gempa yang sumbernya berasal dari aktivitas tektonik di luar kawasan gunungapi, sehingga berbeda dengan gempa vulkanik yang berkaitan langsung dengan aktivitas di dalam sistem gunungapi.

Dalam pemantauan gunungapi, gempa tektonik jauh tetap dicatat karena getarannya dapat terekam oleh jaringan seismograf di pos pengamatan.

Namun, kemunculan gempa tektonik jauh tidak otomatis berarti magma sedang bergerak menuju permukaan atau gunung akan segera meletus.

Badan Geologi sebelumnya menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas gunungapi yang mengarah pada erupsi biasanya dinilai dari gabungan berbagai parameter pemantauan, termasuk jenis dan pola kegempaan vulkanik, kondisi visual, serta parameter lainnya. 

Pada Kelud, tujuh gempa yang terekam tersebut memiliki amplitudo 7–30 milimeter, dengan S-P sekitar 28,56–90,2 detik dan durasi 75–908 detik.

Karena itu, angka tujuh kejadian tersebut tidak bisa berdiri sendiri untuk menyimpulkan akan terjadi erupsi.

Kelud Masih Level I

Yang menjadi indikator penting, tingkat aktivitas Gunung Kelud saat ini masih Level I atau Normal.

Selain itu, hasil pemantauan visual tidak menunjukkan tanda erupsi. Gunung terlihat jelas dan asap kawah nihil.

Kondisi danau kawah juga terpantau jelas melalui CCTV. Air danau terlihat berwarna hijau, dengan bualan air yang tampak samar. Suhu air danau kawah tercatat 29,33 derajat Celsius.

Dengan kondisi tersebut, belum ada informasi dalam laporan pengamatan 15 Agustus yang menyatakan Gunung Kelud akan mengalami erupsi.

Baca Juga: Gempa Gunung Kelud Masih Tercatat, Ada Tektonik Lokal dan Jauh, Begini Kata Ahli

Perlu dipahami, status gunungapi tidak ditentukan hanya berdasarkan ada atau tidaknya gempa.

PVMBG melakukan pemantauan aktivitas gunungapi secara instrumental dan visual untuk mengevaluasi perkembangan aktivitasnya. 

Tetap Ada Batas Aman

Meski berstatus Normal, bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan seluruh rekomendasi keselamatan.

Pos Pengamatan Gunungapi Kelud tetap meminta masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius 1 kilometer.

Masyarakat dan penambang juga diminta mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud.

Dengan demikian, tujuh gempa tektonik jauh yang terekam pada 15 Agustus tidak dapat diartikan sebagai tanda pasti Gunung Kelud akan meletus.

Pemantauan tetap dilakukan untuk melihat apakah terdapat perubahan pola aktivitas gunungapi.

Masyarakat diimbau tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai erupsi sebelum ada keterangan resmi dari Badan Geologi/PVMBG.

Editor : Mahfud
Sumber : KESDM, Badan Geologi, PVMBG – Pos Pengamatan Gunungapi Kelud, Radar Kediri
KESDM tatus gunung kelud PVMBG – Pos Pengamatan Gunungapi Kelud badan geologi