Stok Darah Golongan A dan O Menipis, Ini Penyebabnya!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:00 WIB


MENIPIS: Petugas PMI Kota Kediri memeriksa stok darah yang tersedia. Golongan darah A dan O jumlahnya mulai menipis. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)
MENIPIS: Petugas PMI Kota Kediri memeriksa stok darah yang tersedia. Golongan darah A dan O jumlahnya mulai menipis. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)

 

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Stok darah golongan A dan O di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri mulai menipis. Itu karena permintaan untuk penderita anemia dan hemodialisis alami peningkatan. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Unit Donor Darah (UDD) Kota Kediri dr. Ira Widyastuti. Dia menyebut jika stok darah golongan A ada sejumlah 38 dan golongan darah O sebanyak 59.

“Sejak tanggal 27 April, PMI Kota Kediri mulai menghadapi kesulitan dalam memenuhi stok untuk golongan darah A dan O,” ujar dr. Ira Widyastuti.

Baca Juga: Menyambung Asa di Hari Thalassemia Sedunia di Kediri (1) Stok Darah Kurang, Ortu Asuh jadi Solusinya

Diakuinya kebutuhan stok darah di Kota Kediri mengalami peningkatan belakangan ini. Pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri terus berupaya menjaga ketersediaan kantong darah untuk memenuhi permintaan rumah sakit yang terus meningkat. Terutama pasca momen Lebaran.

Padahal, realisasi pendonor darah sebenarnya sudah menunjukkan peningkatan yang cukup positif. Jika biasanya jumlah pendonor berkisar di angka 2.000 setiap bulan, kini angka tersebut telah melampaui 2.500 hingga 2.600 pendonor.

“Meskipun jumlah pendonor meningkat, lonjakan permintaan untuk golongan darah A dan O tetap membuat stok menjadi sangat terbatas,” beber Ira. Dia menyebut bahwa kebutuhan pasien di rumah sakit seringkali jauh lebih besar. Terutama jika dibandingkan dengan jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Stok Darah, Partai Nasdem Kota Kediri Galang Donor Darah

Faktor utama di balik kendala ini adalah ketidakseimbangan antara frekuensi donor dan kebutuhan pasien. Seorang pendonor hanya bisa menyumbangkan satu kantong darah setiap dua bulan sekali. Sementara seorang pasien seringkali membutuhkan tiga kantong darah atau lebih dalam satu kali transfusi.

Akibat terbatasnya stok tersebut, PMI Kota Kediri saat ini harus memprioritaskan kebutuhan rumah sakit di dalam kota. Praktis, pelayanan untuk permintaan darah dari rumah sakit luar Kota Kediri harus dibatasi atau dihentikan untuk sementara waktu. Itu dilakukan guna menjamin ketersediaan bagi pasien lokal. “Langkah ini diambil untuk mengatasi terbatasnya stok,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan mobil unit terus digencarkan. PMI Kota Kediri menjalankan agenda operasional di dua hingga tiga lokasi berbeda setiap harinya. Bahkan seringkali beroperasi hingga larut malam demi menjangkau lebih banyak pendonor potensial.

 Baca Juga: Stok Darah Golongan Ini Mulai Menipis di Kantor Palang Merah Indonesia Kota Kediri

Sinergi dengan berbagai pihak juga diperkuat. Pemerintah Kota Kediri telah memberikan dukungan penuh. Terutama melalui kegiatan donor darah di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pasca peringatan HUT Kota Kediri. PMI juga mulai menjalin kembali kerja sama dengan instansi dan pabrik di wilayah sekitar.

Jika upaya internal tersebut masih belum mencukupi kebutuhan, PMI Kota Kediri tidak ragu untuk meminta bantuan dari PMI tetangga. Kerja sama koordinasi sering dilakukan dengan PMI Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Tulungagung untuk menutup kekurangan stok.

“Kondisi kesehatan masyarakat menjadi penentu utama dalam menjaga ketersediaan darah. Mengingat tingginya permintaan darah untuk pasien anemia dan pasien rutin seperti hemodialisis,” pungkasnya. 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
STOK DARAH MENIPIS GOLONGAN A DAN O anemia PMI kota kediri