JP Radar Kediri- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri punya pandangan yang berbeda soal wacana menata kawasan Jalan Dhoho. Jika Pemkot Kediri ingin lebih dulu membangun gedung parkir, dewan mendorong agar revitalisasi Jalan Dhoho bisa didahulukan.
Pengembangan kawasan itu diusulkan menjadi prioritas pembangunan tahun depan.
Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan yang benar-benar berdampak bagi kawasan.
Wacana membangun kawasan Jl Dhoho termasuk topik yang dibahas dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Pemkot Kediri bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kediri beberapa waktu lalu.
“Di tahun mendatang 2027 ini memang ada beberapa rencana pembangunan infrastruktur berskala besar,” ujar Ashari.
Salah satu yang dipaparkan adalah rencana pembangunan gedung parkir di lahan Eks Pasific Motor Jl Dhoho. Gedung parkir itu rencananya juga akan menjadi sentra kuliner. Namun menurutnya, perencanaannya juga masih belum klir.
Menurut Ashari, seharusnya revitalisasi kawasan Jalan Dhoho yang didahulukan. Setelah kawasan baru mendatangkan banyak pengunjung, barulah membangun gedung parkir.
Dia lantas mencontohkan beberapa daerah lain yang juga membangun kawasan ikon wisata baru. Misalnya, kawasan Malioboro di Jogjakarta atau Jalan Pahlawan di Kota Madiun.
Di dua daerah tersebut, pemerintah daerahnya juga lebih dulu menghidupkan kawasan dengan membangun ikon dan daya tarik wisata di sana.
Baca Juga: Siapkan Gedung Parkir Lima Lantai di Jalan Dhoho, Pemkot Kediri Rencana Realisasikan pada 2027!
Selanjutnya baru menyusul pembangunan fasilitas parkir. “Jalan Malioboro sudah puluhan tahun menjadi tujuan utama wisata nasional, tapi baru beberapa tahun terakhir ini mereka membangun kawasan parkir dan tempat kuliner seperti Teras Malioboro 1 dan 2. Semestinya itu juga bisa dijadikan contoh,” tandasnya.
Terpisah, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kediri Endang Kartika Sari menyebut fasilitas kantong parkir memang dibutuhkan di area Jl Dhoho.
Termasuk untuk mengantisipasi berkurangnya ruang parkir selama pengerjaan revitalisasi Jl Dhoho.
Sebelum memutuskan membangun gedung parkir, menurut Endang pemkot sudah membuat feasibility study atau studi kelayakan.
Studi juga menghitung jumlah mobil yang parkir di area Jalan Dhoho untuk sekian puluh tahun yang akan datang. “Dan saat ini, seperti di Jl Stasiun bisa dilihat sendiri itu setiap hari parkiran full di jalan,” ungkap Endang.
Melubernya parkir hingga ke seluruh ruas jalan di sekitar Jl Dhoho itu karena kantong parkir yang ada di eks Pasific Motor juga sudah penuh. Parkir juga meluber ke Jl Untung Suropati dan Jl Stasiun. Karenanya, pemkot memutuskan membangun gedung parkir sebelum merevitaliasi Jl Dhoho.
Baca Juga: Pemkot Mulai Sosialisasi Gedung Parkir Jalan Dhoho
“Karena kalau Jalan Dhoho dibangun, sedangkan aktivitas pertokoan masih berjalan, kan masyarakat tetap butuh tempat parkir,” beber Endang.
Urgensi gedung parkir, beber Endang, juga menyikapi kondisi jalan di sirip-sirip Jl Dhoho yang kerap crowded atau macet karena dijadikan tempat parkir. Didukung hasil feasibility study, maka pemkot akan membangun gedung parkir lebih dulu, sebelum merevitalisasi Jl Dhoho.
“Nanti (gedung parkir, Red) untuk menampung parkir yang sekarang biasa ada di Jalan Stasiun, Jalan Untung Suropati, Jalan Dhoho, dan juga ada parkir bis yang ziarah ke Makam Syekh Wasil. Sehingga itu nanti tidak parkir di jalan sirip-sirip, melainkan di gedung parkir,” urai Endang.
Untuk diketahui, rencana pembangunan gedung parkir lima lantai di Jl Dhoho terungkap saat rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi C DPRD Kota Kediri pada 31 Juli lalu. Pembangunan gedung parkir akan mengawali rencana penataan kawasan Jl Dhoho pada 2028 nanti.
Untuk membangun gedung parkir dibutuhkan dana sekitar Rp 35 miliar. Sebagai tahap awal, pemkot menyosialisasikan rencana tersebut kepada penyewa aset pemkot di sana. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri