Ketulusan Marfel Merawat Ibu Bikin Bupati Kediri Terenyuh, Serahkan Bantuan Pendidikan dan Kebutuhan Hidup Harian

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:28 WIB

TULANG PUNGGUNG: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berbincang dengan Marfel dan Kumala Nur Hidayati yang tergolek lemah di kasur, di rumahnya Desa/Kecamatan Ngancar kemarin. (Foto: Wahyu Adji)
TULANG PUNGGUNG: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berbincang dengan Marfel dan Kumala Nur Hidayati yang tergolek lemah di kasur, di rumahnya Desa/Kecamatan Ngancar kemarin. (Foto: Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Ketulusan Marfellino Duha Saputra, 11, bocah kelas V SD di Desa/Kecamatan Ngancar dalam merawat ibunya yang sakit, sampai ke telinga Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Kemarin (13/8), orang nomor satu di Pemkab Kediri itu mengunjungi Marfel dan menyerahkan sejumlah bantuan.

Begitu Dhito tiba, Marfel langsung mengajak bupati dua periode itu masuk ke dalam rumah untuk melihat Kumala Nur Hidayati, ibunya, yang tergolek di kasur.

“Saya baru berkesempatan hadir ke sini menemui adik Marfel,” kata Dhito.

Di usia belianya, Marfel memang punya tanggung jawab besar. Selain tetap bersekolah, dia harus membantu ibunya beraktivitas.

Baca Juga: Marfellino Duha, Bocah SD yang Merawat sang Ibu yang Sakit Pengeroposan Tulang

Termasuk merawat perempuan yang mengalami pengeroposan tulang itu. Melihat itu, Dhito berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan Marfel dan keluarganya.

Mulai kebutuhan sekolah hingga makanan akan ditanggung. Bapak dua anak itu juga langsung memberikan nomor ponselnya. Dia mempersilakan Marfel untuk langsung menghubunginya jika membutuhkan sesuatu.

“Pokoknya kebutuhan sekolah, makan dan sebagainya kita yang akan dicukupi,” beber Dhito.

Dalam kesempatan kemarin, Dhito juga meminta Marfel tidak meninggalkan pendidikan meski harus merawat sang ibu.

Selebihnya, bocah semata wayang itu juga diminta tetap beribadah dan mengaji. Marfel mulai merawat ibunya sejak duduk di bangku kelas III SD.

Setiap pagi, dia bangun sekitar pukul 05.30-06.00 untuk membantu ibunya beraktivitas. Tak sekadar mengambilkan makanan, Marfel juga sudah bisa memasak sendiri.

“Tadi saya tanya, Le sempat berat nggak? ‘Sempat, katanya’. Dulu awal-awal dia merasa berat, tapi sekarang dia sudah terbiasa,” tutur Dhito tentang percakapannya dengan Marfel kemarin.

Untuk diketahui, Kumala mengalami penyakit pengeroposan tulang sejak dua tahun lalu. Berawal dari kesemutan dan rasa linu yang dideritanya, kondisinya semakin memburuk hingga tak bisa beraktivitas sama sekali.

Baca Juga: Buka Bersama, Bupati Dhito Jaring Aspirasi hingga Beri Beasiswa Kuliah untuk Anak Tukang Pijat

“Sakitnya kesemutan terus linu. Setelah itu jatuh dan tidak bisa bangun lagi,” ungkap Kumala.

Dengan kondisi tersebut, dia sepenuhnya tergantung kepada Marfel. Pun untuk buang air, biasanya dia menggunakan pispot.

Marfel yang kemudian membersihkannya setiap hari. Perempuan yang sempat mendapat perawatan di RSUD SLG itu kini berencana melakukan pemeriksaan lanjutan.

Salah satunya untuk mengetahui kemungkinan pelaksanaan operasi tulangnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, setelah berbincang dengan Marfel, Dhito langsung memberikan sejumlah bantuan kepada Marfel.

Mulai sepasang sepatu, baju, kaus kaki, serta kebutuhan sehari-hari. Saat ditanya keinginannya yang belum terpenuhi, Marfel mengaku butuh sepeda listrik untuk ke sekolah.

“Iya, selambat-lambatnya besok (14/8) datang,” janji Dhito untuk mengirim sepeda listrik kepada anak yatim itu. 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kecamatan ngancar bantuan sosial (bansos) pemkab kediri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana