JP Radar Kediri- Bagi perempuan, kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi penyakit paling fatal. Di Indonesia, kanker ini berada di peringkat kedua sebagai jenis kanker yang paling sering dialami perempuan setelah kanker payudara.
Untuk mencegah penyakit yang mayoritas disebabkan infeksi virus human papillomavirus (HPV) ini, ribuan pelajar di Kota Kediri mulai mendapatkan vaksinasi HPV.
Seperti pada Selasa (11/8) lalu, sebanyak 26 siswi kelas 5 di SDN Campurejo 2 mengikuti vaksinasi HPV yang digelar Dinas Kesehatan Kota Kediri melalui Puskesmas Campurejo.
Dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), vaksinasi juga menyasar siswa kelas 1 SD untuk Measles-Rubella (MR). Meski demikian, beberapa anak gagal mendapatkan vaksinasi karena sakit demam saat pemeriksaan sebelum vaksinasi.
Baca Juga: Mengenal Vaksin HPV: Cara Kerja, Aturan Dosis, dan Manfaatnya Cegah Berbagai Jenis Kanker
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini vaksinasi HPV menyasar siswi SD. Tahun lalu, sebagian vaksin gratis dari pemerintah ini menyasar siswi di bangku SMP.
“Ya, tahun lalu yang SMP karena dulu waktu SD-nya belum ada program vaksin HPV,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto.
Tahun ini, sasaran vaksin HPV di Kota Kediri mencapai 2.355 pelajar perempuan di jenjang SD. Lebih tepatnya siswi kelas 5 SD.
Sedangkan vaksin MR tahun ini menyasar 4.743 pelajar kelas 1 SD. Baik laki-laki maupun perempuan.
Baca Juga: Putus Rantai Penularan Kanker, Menkes Targetkan Vaksin HPV Bagi Laki-Laki Dimulai Tahun Ini
Hendik mengatakan, fatalitas kanker serviks termasuk sangat tinggi. Sebab penyakit ini kerap telat disadari penderitanya karena cenderung tidak bergejala.
Sehingga sebagian besar penderita kanker serviks datang ke layanan kesehatan sudah dalam kondisi terlambat.
Karena itu, vaksinasi ini termasuk upaya pencegahan yang bisa dilakukan. Vaksinasi HPV di usia pelajar itu dianggap lebih efektif mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks.
“Jadi tujuan imunisasi ini ya untuk memberikan kekebalan atau imunitas kepada seseorang terhadap virus tertentu,” terang Hendik. (ais/tar)
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri