Penelitian Serdik Sespimmen Polri Soroti Potensi dan Persoalan UMKM Lele di Kediri, Kenapa?

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38 WIB
Kapolres Kediri dan Wabup Kediri bersama  peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri. (Foto Polres Kediri)
Kapolres Kediri dan Wabup Kediri bersama peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri. (Foto Polres Kediri)

JP Radar Kediri – Budidaya ikan lele menjadi salah satu usaha masyarakat yang berkembang di Kabupaten Kediri.

Namun, di balik potensi tersebut, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, seperti biaya pakan, permodalan, hingga pemasaran.

Persoalan tersebut menjadi bagian yang dikaji peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri melalui Management Course (MTC) Level III di wilayah hukum Polres Kediri, Polda Jatim. Kegiatan penelitian berlangsung selama dua hari, 13-14 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan di Aula Wicaksana Laghawa Polres Kediri, Kamis (13/8). Setelah itu, peserta mengikuti forum group discussion (FGD) bersama sejumlah stakeholder sebelum melakukan penelitian langsung ke lokasi usaha budidaya lele.

MTC Level III kali ini mengambil fokus pemberdayaan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang produktif dan inklusif.

Karena itu, peserta tidak hanya melihat potensi usaha, tetapi juga menggali persoalan yang secara langsung dihadapi pelaku UMKM di lapangan.

Dari kajian awal, usaha budidaya lele di Kabupaten Kediri memiliki peluang pasar yang cukup terbuka.

Meski demikian, biaya produksi, keterbatasan akses permodalan, serta pemasaran masih menjadi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Baca Juga: Yuk Berkunjung ke Kampung Lele di Desa Tales, Ini yang Bisa Dinikmati

Pengawas Poklat XVIII Brigjen Pol Misbahul Munauwar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Serdik untuk mengasah kemampuan analisis dengan melihat persoalan secara langsung.

Terlebih, persoalan pemberdayaan UMKM melibatkan banyak pihak dengan kewenangan yang berbeda.

“Semakin luas keterlibatan stakeholder, semakin dibutuhkan kemampuan koordinasi dan orkestrasi lintas sektor, dengan pembagian peran yang tetap berada pada kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Wahyudin Latif berharap penelitian dapat berjalan lancar dan menghasilkan kajian yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Selamat datang di Polres Kediri dan selamat melaksanakan kegiatan. Semoga seluruh rangkaian penelitian berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang dilakukan di sini juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Melalui penelitian lapangan tersebut, kondisi UMKM lele di Kabupaten Kediri diharapkan dapat tergambarkan secara lebih utuh.

Berbagai temuan yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan untuk melihat kebutuhan dan langkah penguatan usaha masyarakat yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
sespimmen kabupaten kediri kendala polres kediri budidaya lele