Polres Kediri, Pemkab Kediri dan Kodim 0809 Kediri Gelar FGD Kebangsaan, Soroti Polarisasi di Ruang Digital

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:52 WIB
Polres Kediri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri serta Kodim 0809 Kediri mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan merawat keberagaman di tengah meningkatnya polarisasi, termasuk yang terjadi di ruang digital. (Foto Polres Kediri)
Polres Kediri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri serta Kodim 0809 Kediri mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan merawat keberagaman di tengah meningkatnya polarisasi, termasuk yang terjadi di ruang digital. (Foto Polres Kediri)

JP, Radar Kediri – Polres Kediri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri serta Kodim 0809 Kediri mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan merawat keberagaman di tengah meningkatnya polarisasi, termasuk yang terjadi di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Sekda Kabupaten Kediri Dr Mohamad Solikin MAP saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital, Kamis (13/8) yang diselenggarakan oleh Polres Kediri, Pemkab Kediri dan Kodim 0809 Kediri.

Solikin mengatakan, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dirawat bersama.

Menurutnya, komunikasi lintas kelompok menjadi penting agar berbagai persoalan di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi konflik.

“Melalui FGD ini kami berharap ada dialog lintas kelompok. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan musyawarah, menolak hoaks dan mengedepankan etika bermedia sosial,” ujarnya.

Dia menilai perkembangan ruang digital memiliki sisi positif sekaligus negatif. Salah satunya adalah potensi perundungan atau bullying yang kini dapat dilakukan melalui media sosial, termasuk dengan membuat konten atau stiker yang menyerang seseorang.

Solikin mencontohkan kasus perundungan di Kutai pada 11 Agustus lalu yang berujung pada pembakaran tempat kerja oleh korban.

Menurut dia, fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan ruang digital membutuhkan sikap bijak dan dewasa.

Baca Juga: Polres Kediri Kembali Membanggakan! Satlantas Raih Penghargaan Polda Jatim, Terbaik Input Data E-Turjawali Semester I 2026

“Banyak negara sudah membatasi penggunaan media sosial berdasarkan usia, tetapi tentu hal itu tidak bisa langsung berdampak. Karena itu, sikap bijak dan dewasa menjadi bagian dari keteladanan kita sebagai warga bangsa,” jelasnya.

Selain persoalan ruang digital, Solikin juga menyinggung sejumlah persoalan sosial di Kabupaten Kediri. Hingga Juli, tercatat sekitar 3.200 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tersebar di 344 desa, dengan jumlah penderita laki-laki lebih banyak.

Dia juga menyebut persoalan ekonomi dan tekanan sosial turut memengaruhi tingginya angka perceraian.

Di sisi lain, Kabupaten Kediri kini menghadapi persoalan darurat sampah yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kasdim 0809 Kediri Mayor Inf Yuliadi Purnomo menekankan pentingnya menjaga stabilitas menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Situasi nasional di Kabupaten Kediri disebut masih stabil dan terkendali, meski terdapat sejumlah potensi persoalan seperti perbedaan pandangan politik dan informasi mengenai rencana aksi massa.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar dan melakukan pengecekan kebenaran sebelum menyebarkannya.

Sikap saling menghargai, menolak ujaran kebencian serta menyelesaikan aspirasi melalui dialog dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan.

Senada dengan kasdim, Wakapolres Kediri Kompol Hary Kurniawan, SH MH, mengingatkan kembali pentingnya wawasan kebangsaan setelah melihat dinamika aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus tahun lalu.

Persaudaraan dan kepekaan sosial perlu diperkuat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang berupaya memecah belah.

peBaca Juga: Polres Kediri Raih Penghargaan Terbaik II Se-Jawa Timur Capaian Serapan Jagung ke Bulog Tahun 2026

“Karena persatuan adalah kekuatan bangsa, keberagaman adalah kekayaan bangsa, dan menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab kita bersama,” jelasnya

Dalam pemaparannya, Hari menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Keempatnya menjadi pilar yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital.

“Semoga melalui kegiatan Dialog Kebangsaan ini, kita semakin memahami pentingnya wawasan kebangsaan dan semakin kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ketua LVRI Kabupaten Kediri Sumilan juga mengingatkan pentingnya menjaga Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45 (JSN 45). Nilai tersebut, kata dia, harus terus ditanamkan kepada generasi muda melalui pendidikan dan berbagai kegiatan di sekolah.

“Nilai JSN 45 harus diwujudkan melalui karakter religius, nasionalisme, integritas, gotong royong, disiplin dan mandiri. Tujuannya agar generasi muda tetap memiliki semangat persatuan, pantang menyerah dan percaya terhadap masa depan bangsa,” pungkasnya. (sad)

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
Kodim 0809/Kediri perkuat persatuan fgd pemkab kediri polres kediri