JP Radar Kediri–Hamparan rumput di Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) Kabupaten Kediri yang biasanya hijau dan segar, pertengahan Agustus ini mulai mengering dan mati di beberapa bagian.
Selain paparan panas di musim kemarau, rupanya rumput-rumput itu mengering karena terkendala penyiraman dari sumur yang mengering.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri dari atas, rumput di Stadion GDJ terlihat kering di beberapa bagian.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkannya. Menurut Irwan rumput di stadion mengering karena sumur di sana bermasalah.
Akibatnya, suplai air untuk menyirami dan merawat rumput di musim kemarau ini tidak bisa maksimal.
“Karena panas kemarin (sebagian) mati. Ini sumurnya yang bermasalah,” ungkap Irwan.
Menindaklanjuti hal tersebut, menurut Irwan dinas perkim memprioritaskan pemulihan rumput yang terdampak.
Rumput yang sudah mati akan diganti secara bertahap agar permukaan lapangan kembali hijau dan sesuai standar lapangan sepak bola.
“Sudah ditargetkan tiga minggu atau satu bulan ke depan harus kembali hijau,” tegasnya.
Dinas perkim, lanjut Irwan, juga menyiapkan konsep nursery atau tempat pembibitan rumput untuk mendukung proses penggantian rumput di sana.
“Nanti yang mati-mati itu harus diganti. Saya juga disuruh membuat nursery. Jadi rumputnya diambil atau dikupas kemudian ditaruh di tempat lain untuk pembibitan,” bebernya.
Irwan menegaskan, selama ini perawatan rumput di Stadion GDJ memakan anggaran sekitar Rp 30 juta setiap bulan.
Jumlah itu belum termasuk kebutuhan listrik untuk operasional stadion. “Memang biaya perawatannya tinggi,” imbuh Irwan.
Sementara itu, selain melakukan penggantian rumput di Stadion GDJ, Irwan menyebut pembangunan tahap III masih terus berjalan.
Hingga minggu kedua Agustus ini progres proyek sudah mencapai sekitar 20 persen. Mencakup pemasangan rangka atap serta dinding penahan tanah atau talud di pinggir stadion.
“Saat ini progresnya masih terus bertahap,” ungkap pria yang secara definitif menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri itu.
Baca Juga: Lampu Stadion Canda Bhirawa Pare Akan Dipindah Sebagian ke GDJ, Untuk Apa?
Untuk diketahui, cuaca panas yang membuat rumput Stadion GDJ mengering masih akan berlangsung hingga dua bulan ke depan.
Pasalnya, hari tanpa hujan (HTH) atau musim kemarau masih akan berlangsung hingga Oktober nanti.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha mengatakan, musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibanding sebelumnya.
Selain minim hujan, kondisi angin juga jadi faktor yang perlu diperhatikan. "Secara umum masih kering dan berangin, potensi hujan masih belum ada," ujarnya menyebut kekeringan akan berlangsung sampai Oktober.
Kalaupun ada hujan dalam dua bulan ke depan, menurut Satria intensitasnya masih sangat rendah. Kurang dari 20 milimeter per bulan atau kategori rendah," jelasnya.
Dengan panjangnya musim kemarau, Satria tak menampik jika vegetasi seperti rumput, ilalang, hingga daun dan ranting kering akan semakin mudah terbakar.
Melihat kondisi tersebut, dia mengimbau masyarakat agar tak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Di antaranya, membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, hingga membersihkan lahan dengan cara dibakar.
"Masyarakat harus waspada dan terus pantau perkiraan cuaca dari BMKG," pintanya.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri