JP Radar Kediri- Pelajar di Kota Kediri agaknya harus mulai banyak bergerak. Pasalnya, dari hasil cek kesehatan gratis (CKG), aktivitas fisik yang kurang jadi catatan kondisi kesehatan paling banyak ditemukan.
Disusul gangguan karies gigi yang juga masih banyak ditemukan.
“Prioritas satu ada masalah aktivitas fisik kurang,” ujar Dwi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kota Kediri Dwi Sunaryati.
Dia mengatakan, sedikitnya ada lima prioritas masalah kesehatan yang banyak ditemui dari kegiatan CKG anak sekolah. Data itu disusun berdasarkan proporsi temuan, jumlah anak terdampak, cakupan pemeriksaan, dan kebutuhan tindaklanjut.
Total ada 59,95 persen dari cakupan penjangkauan yang masuk kategori ini. Atau, sekitar 13.935 anak memiliki persoalan kesehatan itu. Menindaklanjuti temuan itu, dinas kesehatan melalui puskesmas pengampu melakukan intervensi populasi sekolah dan pemantauan kebiasaan aktivitas fisik anak.
Baca Juga: Hasil CKG Ungkap Temuan Gangguan Mental Pelajar Tinggi, Ini Kata Psikolog Soal Faktor Pemicunya (2)
Selain itu, gangguan karies gigi juga banyak ditemui dan menjadi proritas dua masalah kesehatan paling banyak. Disusul kebugaran kurang/kurang sekali, status gizi tidak normal, serta serumen impaksi.
Untuk karies gigi, sedikitnya ada 6.442 anak yang masuk kategori ini dari hasil CKG selama tujuh bulan awal 2026.
“Dilakukan edukasi sikat gigi, tindaklanjut dan rujukan khusus,” sambung Dwi.
Adapun secara umum, jumlah penduduk Kota Kediri yang menjadi sasaran tahun ini sebanyak 302.985 orang. Terdiri dari 151.965 laki-laki, serta 151.020 orang perempuan. Jumlah sasaran itu ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK).
Sedangkan target capaian tahun ini naik menjadi 46 persen dari sasaran. Artinya, sedikitnya harus ada 139.373 orang yang mengikuti CKG di Kota Kediri selama 2026 ini.
“Target nasional tahun ini 46 persen, capaian CKG Kota Kediri 2026 sampai dengan saat ini 50,30 persen,” ungkap Dwi terkait progres penjangkauan yang sudah melampaui target.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menyatakan tahun ini fokus CKG beralih. Jika sebelumnya CKG fokus pada deteksi dini penyakit, tahun ini juga mulai difokuskan untuk tindaklanjutnya.
Yakni, memastikan masyarakat langsung mendapat pengobatan. Hal itu pula yang menjadi pembeda utama skema CKG tahun ini dengan tahun sebelumnya.
Terkait tindaklanjut arahan itu, Dwi menyebut setiap hasil CKG yang membutuhkan penanganan lebih lanjut bisa langsung ditangani oleh puskesmas. Mekanisme perujukan juga bisa dilakukan jika dibutuhkan.
“Kalau tidak bisa di puskesmas, baru dirujuk (ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut, Red),” terangnya.
Seperti halnya dengan hasil CKG untuk anak sekolah ini. Misalnya untuk problem karies gigi yang banyak ditemui dari anak-anak, menurutnya juga bisa ditangani langsung di puskesmas secara gratis.
Baca Juga: Target Cek Kesehatan Gratis Kota Kediri Tahun 2026 Naik, Ratusan Ribu Warga Jadi Sasaran
“Karena kita sudah UHC (Universal Health Coverage, Red), jadi sudah punya BPJS. Untuk (penanganan) karies gigi juga gratis karena termasuk yang bisa ditangani di puskesmas,” tandas Dwi. (ais/tar)
Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri