Disperdagin Gencarkan Tera Ulang Timbangan, Ini Lokasi Yang Disasar!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:35 WIB

TELITI: Tim Disperdagin Kota Kediri melakukan pengecekan timbangan milik salah satu pedagang di Pasar Pahing. Petugas memastikan timbangan seluruh pedagang di Pasar Pahing aman. (WAHYU ADJI F/JPRK)
TELITI: Tim Disperdagin Kota Kediri melakukan pengecekan timbangan milik salah satu pedagang di Pasar Pahing. Petugas memastikan timbangan seluruh pedagang di Pasar Pahing aman. (WAHYU ADJI F/JPRK)

 

JP Radar Kediri - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Kediri melakukan tera ulang atau pengukuran takaran di sejumlah pasar tradisional kemarin (10/8). Hasilnya ada sekitar 10 persen timbangan yang perlu segera dilakukan perbaikan.

“Kegiatan tera ulang ini dilaksankan satu tahun sekali menyeluruh di Kota Kediri. Baik pedagang yang ada di pasar maupun yang di luar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri M. Ridwan melalui Kepala Bidang Kemetrologian M Kharish Fauzi.

Kharish mengatakan, pasar tradisional yang didatangi oleh tim disperdagin adalah mereka yang memang sudah waktunya ditera ulang. Aturan itu diberlakukan agar penimbangan barang dagangan tetap akurat. Sesuai target, tera ulang akan dilaksanakan diseluruh pasar tradisional yang ada di Kota Kediri hingga awal September mendatang.

Baca Juga: Ada Selisih Ukur saat Tera Ulang SPBU, Disperdagin Kota Kediri Klaim Masih Standar

“Kami sudah melakukan pengecekan diantaranya yaitu Pasar Grosir, Pasar Setonobetek, dan hari ini Pasar Pahing. Total ada sekitar 500 timbangan yang sudah kami lakukan tera ulang,” ucapnya.

Dari 500 timbangan tersebut, 10 persennya tidak sesuai dengan standar. Sehingga perlu dilakukan perbaikan. Yang mayoritas ditemukan pada pedagang yang memiliki intensitas penggunaan timbangan cukup tinggi. Seperti pedagang di Pasar Grosir yang menimbang sayuran dalam jumlah besar.

“Untuk pelaksanaannya ini gratis. Kecuali kalau ada timbangan yang rusak akan kami tawarkan kembali ke pedagang. Kalau mau diperbaiki mereka harus langsung bayar ke pihak ketiganya sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu,” paparnya.

Baca Juga: Tera Ulang Sasar 10 Pasar Tradisional Kota Kediri

Meski demikian, Kharish menyebut jika rata-rata timbangan masih dalam kondisi baik. Sehingga bisa tetap digunakan. Hanya saja harus sering-sering diingatkan kepada pedagang. Lebih lanjut dia menjelaskan, tera ulang ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen bahwa akurasi alat ukur yang digunakan oleh pedagang itu sudah sesuai dengan standarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tak perlu khawatir karena timbangan di pasar tradisional setiap tahunnya dilakukan tera ulang. Pedagang juga diharapkan tertib melakukan pemantauan jika ada selisih pada timbangan bisa segera dibawa ke kantor untuk dilakukan tera ulang dan perbaikan,” pungkas Kharish.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
Selisih Timbangan tera ulang timbangan disperdagin kota kediri pasar pahing