Kereta Mbah Gleyor Kandat Kediri Ditutup Kain Hitam, Ada Apa?

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:10 WIB
Situs Mbah Gleyor Kandat yang ditutupi kain hitam.
Situs Mbah Gleyor Kandat yang ditutupi kain hitam.

JP Radar Kedari – Upaya mengamankan Situs Kereta Mbah Gleyor di Desa/Kecamatan Kandat mulai dilakukan. Pemdes setempat kini menutup kereta bersejarah tersebut menggunakan kain hitam. 

Selain itu, kamera pengawas atau CCTV bakal dipasang di sekitar lokasi. 

Tujuannya tak lain untuk mencegah aksi vandalisme kembali terjadi.

Kepala Dusun Kandat Samuji mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan sementara.

Penutupan kain hitam diharapkan dapat membatasi akses sekaligus mencegah orang yang tidak berkepentingan menyentuh bagian kereta.

Menurutnya, warga memiliki kepentingan besar untuk menjaga keberadaan Kereta Mbah Gleyor.

 Sebab, kondisi material kayu pada kereta tersebut masih relatif utuh meski telah berusia ratusan tahun. Karena itu, perawatan dan pengamanan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami perhatikan dan merawat dengan baik Kereta Mbah Gleyor ini. Jangan sampai rusak dan peristiwa vandalisme tidak terulang lagi di kemudian hari,” tegasnya.

Baca Juga: Pelaku Vandalisme Situs Mbah Gleyor Terungkap: Diduga ODGJ, saat Ditanyai justru Tertawa

Samuji menambahkan, pemasangan CCTV menjadi salah satu langkah penting karena sebelumnya lokasi situs belum memiliki kamera pengawas.

Selain CCTV, penutupan menggunakan kain hitam juga dilakukan sambil menunggu proses penanganan terhadap cat yang menutupi warna asli kayu kereta.

Pembersihan tidak bisa dilakukan sendiri oleh warga karena dikhawatirkan justru merusak material asli benda yang diduga cagar budaya tersebut.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan telah mengirim surat resmi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) Trowulan.

 Disparbud juga meminta pendampingan teknis untuk proses konservasi dan pembersihan kereta.

Menurut Mustika, pembersihan harus dilakukan dengan metode yang tepat agar cat yang menempel dapat dihilangkan.

Tanpa menimbulkan kerusakan pada material asli kereta. Karena itu, pihaknya masih berkomunikasi dengan BPKW mengenai waktu turun langsung ke lokasi.

“Secara teknis sedang kami diskusikan ke BPKW dengan harapan pembersihan dapat dilakukan secara optimal. Tetapi dengan seminimal mungkin kerusakan pada objek yang diduga cagar budaya tersebut,” tandas Mustika. 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
mbah gleyor kecamatan kandat vandalisme situs