Kebakaran Klotok karena Ulah Manusia: Akses ke Lokasi Sulit, Titik Api Terakhir Baru Padam di Minggu Pagi  

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:19 WIB
Kebakaran melanda kawasan Gunung Klotok Kediri.
Kebakaran melanda kawasan Gunung Klotok Kediri.

 JP Radar Kediri – Kebakaran di kawasan Hutan Klotok Sabtu (8/8) sore menerjang area yang relatif luas. 

Mencapai 1,5 hektare. Upaya pemadaman pun harus dilakukan berjam-jam. Melalui kerja keras dan risiko besar. 

Ironinya, penyebab kebakaran itu diduga kuat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Meskipun apa yang menjadi titik mula api belum bisa dipastikan.

“Masih perlu pendalaman data dulu. Kalau terbukti ada pembakar ya  pasti ada penindakan,” ucap Wakil Kepala (waka) Administratur KPH Perhutani Kediri Utara Bambang Ribudiono.

Namun Bambang mengatakan, dugaan sementara kebakaran disebabkan aktivitas manusia.

Meskipun belum bisa dipastikan apakah dari puntung rokok, pembakaran serasah, atau penyebab lain.

Kabar bagusnya, api yang sebelumnya membuat kawasan yang masuk wilayah Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan itu merah membara itu kemarin pagi sudah padam total. Titik api terakhir juga dikabarkan telah padam.

“Alhamdulillah titik api di  petak 131a, 131b RPH Pojok BKPH Kediri pagi ini (kemarin pagi, Red) terpantau padam. Semoga tidak ada karhutla di wilayah KPH Kediri,” kata Bambang dengan nada lega.

Sebelumnya, kebakaran hutan terjadi  di kawasan itu pada Sabtu  sore. Area yang terpapar api diperkirakan mencapai 1,5 hektare.

Baca Juga: Susul Kebakaran Bromo, Si Jago Merah Hanguskan Kawasan Gunung Klotok Kediri!

Bambang menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui petugas patroli rutin sekitar pukul 16.00.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan KRPH Pojok dan jajaran Perhutani. Sebelum meminta bantuan sejumlah unsur untuk menuju lokasi.

Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima sekitar pukul 19.00. Setelah itu petugas mulai bergerak menuju lokasi sekitar pukul 19.10.

Pemadaman dilakukan secara manual. Penyebabnya lokasi kebakaran berada di kawasan dengan akses sangat sulit.

Dikelilingi lereng terjal. Petugas menggunakan gepyok, sabit, ranting serta membuat ilaran untuk menghentikan perambatan api.

Setelah sekitar dua jam penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30.

Meski demikian, sejumlah titik api sempat masih terlihat setelah api utama berhasil dipadamkan.

Petugas kemudian melakukan pemantauan hingga Minggu pagi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali menyala.

Hasil pemantauan pada pagi hari menunjukkan kawasan tersebut sudah dalam kondisi padam.

"Kebakaran tersebut melanda area yang ditumbuhi tanaman Acacia, jati dan johar. Material yang terbakar didominasi semak belukar serta serasah berupa ranting dan daun kering," ujarnya

Baca Juga: Gunung Bromo Ditutup Sampai Kapan? Wisatawan Wajib Tahu Imbas Kebakaran Lahan

Sebanyak 26 personel terlibat dalam penanganan. Mereka terdiri atas 12 personel Perhutani, tujuh personel TNI, satu personel Polri, empat tokoh masyarakat serta dua personel BPBD Kabupaten Kediri.

Petugas juga membawa sejumlah peralatan manual dan perlengkapan pendukung untuk menjangkau titik kebakaran.

Perhutani bersama BPBD dan stakeholder terkait kini tetap bersiaga untuk mengantisipasi munculnya kebakaran susulan.

Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat di sekitar kawasan Gunung Klotok.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, kondisi kawasan Gunung Klotok yang kering dan memiliki medan terjal membuat potensi kebakaran perlu diwaspadai.

Meski titik api hasil kebakaran telah terpantau padam, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api di kawasan tersebut.

Terlebih, akses menuju lokasi cukup sulit sehingga penanganan harus dilakukan secara hati-hati.

Djoko mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan yang banyak terdapat semak serta material kering.

“Tidak membuka atau membersihkan kebun atau lahan dengan cara membakar. Jangan membuang puntung rokok sembarangan di dekat rumput atau semak yang kering,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api maupun bara sisa pembakaran di kawasan yang rawan terbakar.

Pengawasan bersama juga perlu ditingkatkan. Terutama oleh masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan hutan. 

“Kalau melihat ada titik api, segera laporkan kepada aparat desa, kepolisian, atau petugas pemadam dan BPBD,” pungkasnya. 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
karhutla hutan klotok Perhutani gunung klotok