JP Radar Kediri – Masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan di Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi.
Berdasarkan informasi tinggi gelombang dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, gelombang di sejumlah perairan selatan Jatim diprakirakan mencapai lebih dari 3 meter dalam periode 10–14 Agustus 2026.
Kondisi tersebut terutama perlu menjadi perhatian bagi nelayan, kapal-kapal kecil, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.
Perairan Pacitan menjadi salah satu wilayah dengan gelombang tertinggi. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 2,45–3,22 meter, dengan kondisi tertinggi terjadi pada 13 Agustus.
Sementara itu, Perairan Trenggalek diprakirakan memiliki gelombang 2,44–3,20 meter. Kondisi serupa juga terjadi di Perairan Tulungagung, dengan tinggi gelombang mencapai 3,17 meter pada 13 Agustus.
Adapun sejumlah perairan lain di selatan Jawa Timur juga berpotensi mengalami gelombang tinggi, di antaranya Blitar hingga 3,16 meter, Malang 3,12 meter, Lumajang 3,05 meter, Jember 3,01 meter, dan Banyuwangi hingga 2,95 meter.
Baca Juga: Gelombang Tinggi hingga 3,2 Meter Mengintai Perairan Selatan Jatim, Begini Prediksi BMKG Hingga 14 Agustus 2026
Aktivitas Laut Perlu Disesuaikan
Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi perahu nelayan berukuran kecil.
Gelombang juga berpotensi menyulitkan aktivitas penyeberangan maupun kegiatan masyarakat di sekitar pantai.
Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak juga mengingatkan bahwa keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap dapat meningkatkan kecepatan angin serta ketinggian gelombang secara signifikan.
Karena itu, nelayan dan pengguna jasa kelautan diimbau tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat berangkat, tetapi juga terus memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang.
Prakiraan berlaku 10–14 Agustus 2026. Masyarakat diimbau memperhatikan informasi resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut, terutama di wilayah perairan selatan Jawa Timur.
Sumber : Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak