KEDIRI, JP Radar Kediri — Pos Pengamatan Gunung Kelud mencatat adanya empat kejadian gempa tektonik sepanjang periode pengamatan pada Senin (3/8).
Kendati demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa aktivitas vulkanik gunung api aktif ini masih berada dalam batas aman.
Berdasarkan laporan resmi PVMBG, aktivitas kegempaan tersebut terdiri atas satu gempa tektonik lokal dan tiga gempa tektonik jauh.
Gempa tektonik lokal tercatat memiliki mplitude 27 milimeter dengan selisih waktu gelombang S-P selama 5,22 detik serta durasi gempa mencapai 35 detik.
Sementara itu, tiga gempa tektonik jauh yang terekam memiliki karakteristik bervariasi:
Amplitudo: 6 hingga 32 milimeter
Waktu S-P: 14,86 hingga 31,67 detik
Durasi: 60 hingga 90 detik
Baca Juga: Aktivitas Gunung Kelud Kediri Tercatat Empat Kali Gempa Tektonik Jauh, Begini Penjelasan Ahli
Tidak Terkait Langsung dengan Aktivitas Vulkanik
PVMBG menjelaskan, gempa tektonik merupakan getaran yang dipengaruhi oleh pergerakan lempeng bumi dan lazim terekam oleh peralatan pemantauan gunung api. Oleh karena itu, kemunculannya tidak selalu berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelud.
Secara visual, kondisi gunung setinggi 1.731 meter di atas permukaan laut ini juga terpantau normal. Gunung terlihat jelas tanpa adanya asap kawah yang mengepul. Permukaan danau kawah tertutup kabut dengan suhu air tercatat stabil di angka 28,89 derajat Celsius.
Adapun cuaca di sekitar kawasan gunung didominasi cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 19–30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara antara 56–80 persen.
Baca Juga: PVMBG Catat Satu Gempa Tektonik Jauh, Aktivitas Gunung Kelud Masih Normal, Apa Penyebabnya?
Status Level I (Normal) dan Imbauan Keselamatan
Menimbang hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut, PVMBG menyatakan bahwa status aktivitas Gunung Kelud tetap berada di Level I (Normal).
Meski demikian, masyarakat dan wisatawan diminta untuk tetap waspada dengan mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan:
Zona Merah Kawah: Masyarakat dilarang mendekati area kawah dalam radius satu kilometer dari pusat aktivitas.
Potensi Lahar: Warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Gunung Kelud diimbau tetap siaga terhadap potensi aliran lahar, terutama jika hujan turun di kawasan puncak.
PVMBG memastikan pemantauan ketat terhadap aktivitas Gunung Kelud terus dilakukan selama 24 jam. Setiap perkembangan atau perubahan signifikan akan langsung diinformasikan kepada publik sebagai langkah mitigasi bencana.
Editor : Shinta Nurma Ababil